ZONAUTARA.com – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dan Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, dinilai sebagai menteri dengan kinerja paling buruk di daftar kabinet menurut survei terbaru dari Indonesia Political Opinion (IPO), yang diumumkan pada Sabtu (24/10/2026). Dalam survei tersebut, 36,6 persen responden menempatkan Raja Juli Antoni di posisi pertama, sementara 21,8 persen memilih Natalius Pigai.
Survei IPO dilakukan dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh Indonesia melalui metode multistage random sampling, dengan tingkat kesalahan (margin of error) sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden diminta memilih menteri yang dinilai berkinerja paling buruk dengan tingkat respons 67,5 persen. Selain Raja Juli Antoni dan Natalius Pigai, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendapat 9,4 persen suara, diikuti oleh Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono dengan 8,3 persen.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah Putra, mengungkapkan bahwa kinerja buruk ini mencerminkan penilaian nyata masyarakat dan memberikan sinyal kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan perombakan kabinet. “Semua menteri yang masuk kategori buruk memang memiliki alasan cukup kuat. Publik menilai dari pengetahuan umum, dan itu perlu dipertimbangkan Presiden untuk melakukan evaluasi termasuk reshuffle,” ujar Dedi.
Survei IPO juga menyoroti tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah, menunjukkan ketimpangan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kepuasan terhadap Prabowo mencapai 66 persen, sementara 71 persen responden menyatakan ketidakpuasan terhadap Gibran.
Dedi menambahkan bahwa sentimen negatif publik terhadap menteri bukanlah hal yang boleh diabaikan karena dapat mempengaruhi legitimasi kepemimpinan nasional. “Presiden memerlukan soliditas publik untuk mendukung kebijakan dan kinerja,” lanjutnya.
Diolah dari laporan Tirto.id.

