ZONAUTARA.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memfasilitasi potensi pembiayaan syariah sebesar Rp4,8 miliar bagi pelaku ekonomi kreatif di Batam melalui Program Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Golden Prawn 933, Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Program ini diikuti oleh 50 pegiat ekonomi kreatif yang telah melalui proses kurasi. ICEFF bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan syariah dengan memperkuat kapasitas bisnis, serta memberikan pendampingan dan kesempatan bertemu langsung dengan lembaga keuangan syariah.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan pentingnya akses pembiayaan yang didukung oleh kesiapan bisnis agar pelaku ekonomi kreatif dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. “Kementerian Ekraf terus memastikan pelaku ekonomi kreatif tidak hanya memiliki ide dan produk kreatif yang potensial, tetapi juga kesiapan bisnis dan akses pembiayaan yang tepat,” ujar Teuku Riefky di Jakarta.
ICEFF yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 dirancang sebagai program bootcamp. Tujuannya adalah membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan pendanaan, mulai dari penyusunan rencana bisnis hingga penyampaian proposal kepada calon pemberi pembiayaan. Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kemenekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menegaskan bahwa pembiayaan yang tepat harus beranjak dari bisnis yang siap.
Program ini juga bekerja sama dengan Young Entrepreneur Academy (YEA) dan tujuh lembaga keuangan syariah, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian Syariah, untuk menyelenggarakan lokakarya, mentoring, dan sesi pitching. Pada pelaksanaannya, peserta mendapatkan kesempatan mempresentasikan rencana bisnis mereka di hadapan lembaga keuangan syariah untuk menjajaki peluang pembiayaan yang sesuai.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

