ZONAUTARA.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, mengingatkan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) agar terus mengembangkan kualifikasi ganda mereka. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan ke Kesatriaan Yonif TP 840/Golok Sakti di Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa (3/11). Prajurit diharapkan memiliki kemampuan tempur dasar seperti menembak, bela diri, dan patroli, serta menguasai keterampilan teritorial pembangunan meliputi pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi.
“Kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di seluruh 514 Kabupaten/Kota di Indonesia harus dapat dioptimalkan untuk membantu Pemerintah Daerah dan mengatasi kesulitan warga di sekelilingmu,” kata Sjafrie dalam keterangan tertulisnya.
Selama kunjungannya, Sjafrie bertemu dengan Bupati Lebak, M. Hasbi Jayabaya, dan jajaran pemerintah daerah setempat. Dia juga menerima paparan dari Komandan Batalyon TP 840/GS mengenai kesiapan pangkalan, sarana latihan, dan pengorganisasian prajurit. Dalam sesi pengarahannya, Sjafrie menegaskan bahwa pembentukan Yonif Teritorial Pembangunan adalah upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai amanat konstitusi.
“Sebagai prajurit TNI, kalian lahir dari rakyat dan dibiayai oleh rakyat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban mutlak bagi setiap prajurit untuk membalas jasa yang telah rakyat berikan kepada kalian,” ujarnya lebih lanjut.
Sjafrie juga menginstruksikan untuk mempercepat pembangunan sarana-prasarana latihan menembak dan fasilitas pembinaan satuan agar selalu siap bertugas membantu pembangunan daerah serta menangani tugas pengamanan di wilayah strategis termasuk Ibu Kota Negara. “Tetap jaga disiplin, pupuk persatuan tanpa membeda-bedakan suku dan agama, serta amalkan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.
