ZONAUTARA.com – Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan pola yang hampir universal: stabil, runtuh di 2020, lalu pulih.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut menunjukkan ekonomi Sulut tumbuh stabil di kisaran 5–6% sebelum pandemi, lalu terkontraksi -0,99% pada 2020, sebelum kembali pulih ke 5,66% pada 2025.
Namun, di balik angka provinsi itu, tersembunyi berbagai cerita berbeda.
Tahun 2020: “Gempa Ekonomi” yang menguji semua daerah
Hampir semua wilayah mengalami perlambatan tajam. Tapi kedalamannya berbeda:
- Paling terpukul:
- Kota Manado (-3,16)
- Kontraksi moderat:
- Minahasa (-1,02)
- Minahasa Utara (-0,9)
- Tetap tumbuh (resilien):
- Kota Bitung (1,37)
- Bolaang Mongondow (0,98)
- Sitaro (1,03)
Ini bukan kebetulan. Kota seperti Manado yang berbasis jasa dan mobilitas terpukul lebih keras, bahkan data BPS menunjukkan sektor akomodasi dan makan minum mengalami kontraksi besar saat pandemi.
Sebaliknya, daerah dengan basis industri, pertanian, atau logistik cenderung lebih tahan.
Tiga “Karakter Ekonomi” di Sulut
Jika kita kategorikan secara ilmiah, hipotesis berbasis pola data, ada tiga tipe wilayah:
A. Tipe “Shock-Driven” (rentan tapi cepat bangkit)
- Manado
- Tomohon
Ciri:
- Jatuh dalam (2020)
- Recovery cepat (2021–2023)
Ini biasanya ekonomi berbasis jasa dan urban.
B. Tipe “Resilien Stabil” (tahan banting)
- Bitung
- Bolaang Mongondow (dan cluster-nya)
- Sitaro
Ciri:
- Tidak kontraksi di 2020
- Stabil di 5% setelahnya
Bitung bahkan menunjukkan lonjakan ke 6,67% pada 2025, indikasi penguatan sektor industri/logistik.
C. Tipe “Moderate & Consistent” (kalem tapi stabil)
- Minahasa
- Minahasa Selatan
- Minahasa Tenggara
- Kepulauan Talaud
Ciri:
- Tidak ekstrem naik/turun
- Recovery bertahap
Ini adalah “tulang punggung stabilitas” ekonomi daerah.
3. Kota vs Kabupaten: Siapa lebih unggul?
Menariknya, kota tidak selalu lebih kuat.
- Kota:
- Lebih volatil (Manado, Tomohon)
- Lebih cepat pulih
- Kabupaten:
- Lebih stabil
- Lebih tahan krisis
Dibandingkan angka provinsi, siapa unggul?
Pada 2024 (pertumbuhan Sulut 5,39%):
- Di atas rata-rata:
- Minahasa Selatan (5,58%)
- Manado (5,53%)
- Minahasa (5,49%)
- Di bawah rata-rata:
- Talaud (4,79%)
- Sitaro (4,93%)
Artinya: pertumbuhan provinsi “ditarik” oleh beberapa pusat ekonomi utama.
Pola: dari boom ke normalisasi
Jika disederhanakan:
- 2016–2019 → fase ekspansi
- 2020 → shock global
- 2021–2025 → recovery + normalisasi
Menariknya, hampir semua daerah setelah 2022 “konvergen” ke angka ~5%.
Ini seperti hukum gravitasi ekonomi regional, akhirnya semua kembali ke keseimbangan.
Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi (Sulut vs Kota Utama)
| Daerah | 2020 | 2025 |
|---|---|---|
| Manado | -3.16 | 5.77 |
| Bitung | 1.37 | 6.67 |
| Kotamobagu | 0.19 | 5.28 |
| Minahasa | -1.02 | 5.58 |
Ekonomi itu tidak pernah netral
Data ini mengajarkan satu hal: “pertumbuhan” bukan angka tunggal, tetapi hasil dari struktur ekonomi, geografi, dan ketahanan sosial.
- Kota besar: cepat, tapi rapuh
- Wilayah industri: tahan, lalu tumbuh
- Wilayah stabil: tidak spektakuler, tapi konsisten
Dalam jangka panjang, justru tipe ketiga sering jadi fondasi ekonomi.
Dan di balik semua itu, ada satu pelajaran filosofis kecil: ekonomi bukan hanya soal seberapa cepat kita berlari, tapi seberapa baik kita tetap berdiri saat dunia tiba-tiba berhenti.
Tabel Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara dalam 10 Tahun (dalam Persen)
| Wilayah | 2016 | 2017 | 2018 | 2019 | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Sulawesi Utara | 6.16 | 6.31 | 6 | 5.65 | -0.99 | 4.16 | 5.42 | 5.48 | 5.39 | 5.66 |
| Bolaang Mongondow | 6.62 | 6.67 | 7.49 | 7.89 | 0.98 | 3.87 | 5.35 | 5.18 | 5.33 | 4.96 |
| Minahasa | 6.06 | 6.07 | 6.1 | 5.79 | -1.02 | 3.96 | 5.47 | 5.55 | 5.49 | 5.58 |
| Kepulauan Sangihe | 6.08 | 5.45 | 5.5 | 5.42 | 0.47 | 5.98 | 5.45 | 5.3 | 5.32 | 5.67 |
| Kepulauan Talaud | 5.28 | 5.1 | 5.02 | 4.69 | 0.43 | 3.34 | 5.22 | 5.21 | 4.79 | 5.19 |
| Minahasa Selatan | 5.09 | 6.53 | 6.09 | 5.97 | -0.77 | 4.91 | 5.41 | 5.54 | 5.58 | 5.27 |
| Minahasa Utara | 7.05 | 6.51 | 6.41 | 6.35 | -0.9 | 5.36 | 5.5 | 5.41 | 5.21 | 5.5 |
| Bolaang Mongondow Utara | 6.16 | 6.28 | 6.18 | 6.17 | 0.71 | 3.46 | 5.52 | 5.43 | 5.12 | 5.29 |
| Kepulauan Sitaro | 7 | 6.99 | 6.73 | 6.65 | 1.03 | 4.43 | 5.19 | 5.25 | 4.93 | 5.18 |
| Minahasa Tenggara | 6.32 | 6.36 | 6 | 5.98 | -0.64 | 4.29 | 5.3 | 5.38 | 5.37 | 5.09 |
| Bolaang Mongondow Selatan | 6.13 | 6.24 | 6.56 | 6.39 | 0.63 | 3.74 | 5.2 | 5.33 | 5.28 | 4.92 |
| Bolaang Mongondow Timur | 5.57 | 5.71 | 5.06 | 4.8 | 0.16 | 3.05 | 5.18 | 5.35 | 5.14 | 5.41 |
| Kota Manado | 7.18 | 6.74 | 6.65 | 6.05 | -3.16 | 5.15 | 5.64 | 5.52 | 5.53 | 5.77 |
| Kota Bitung | 5.21 | 6.18 | 6.01 | 4.06 | 1.37 | 4.6 | 5.61 | 5.66 | 5.11 | 6.67 |
| Kota Tomohon | 4.1 | 8.84 | 6.12 | 6.76 | -0.41 | 1.95 | 5.17 | 5.32 | 4.74 | 5.41 |
| Kota Kotamobagu | 6.63 | 6.79 | 6.66 | 6.13 | 0.19 | 4.22 | 5.13 | 5.42 | 5.29 | 5.28 |


