ZONAUTARA.com – Memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci Vatikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci meluncurkan buku bertajuk Bersama Mengarungi Zaman (Insieme Attraverso I Tempi) di Roma, Kamis (26/3). Acara ini diadakan di kantor KBRI Vatikan dan dihadiri oleh para diplomat, pastor, serta suster.
Buku tersebut diserahkan secara simbolis oleh Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, kepada Mgr. John D. Putzer, yang mewakili Menteri Luar Negeri Vatikan, Monsignor Paul Richard Gallagher. Dubes Trias menekankan bahwa buku ini adalah catatan penting dari persahabatan panjang yang dimulai sejak 1947, dan menggarisbawahi peran vital Vatikan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
“Takhta Suci menjadi negara Eropa pertama yang memberikan pengakuan bagi kemerdekaan Indonesia. Pengakuan itu mendorong negara-negara lain di Eropa memberikan pengakuan serupa pada Republik Indonesia,” ujar Trias.
Monsignor John Putzer menambahkan bahwa hubungan tersebut bukan sekadar keberhasilan diplomatik, tetapi juga bukti nyata pesan Paus Fransiskus tentang keberagaman. Ia mengingat kunjungan Paus yang mengagumi Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal di Jakarta.
“Indonesia menunjukkan dan membuktikan bahwa perbedaan seharusnya bukan menjadi sumber konflik namun jalan untuk menghubungkan satu sama lain. Pesan ini sangat relevan untuk dunia masa kini,” tegas Mgr. Putzer.
Selain artikel oleh tokoh-tokoh penting, buku ini berisi dokumentasi visual bersejarah, termasuk kunjungan tiga Paus ke Indonesia dan lima Presiden Indonesia ke Vatikan. “Semoga buku ini dapat menjadi sumber inspirasi untuk meneruskan semangat persahabatan Indonesia dan Takhta Suci selama beberapa dekade mendatang,” pungkas Dubes Trias.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

