ZONAUTARA.com – Kepala eksekutif Channel 4 memberikan pernyataan menanggapi laporan BBC Panorama yang mengungkapkan dugaan dua wanita diperkosa, dan wanita ketiga menjadi korban tindakan seks tanpa persetujuan selama pembuatan acara Married at First Sight (MAFS) UK. Priya Dogra menyampaikan “simpati yang besar” kepada para wanita tersebut, namun mengatakan ia tidak dapat mengomentari tuduhan spesifik tersebut, yang menurutnya ditolak oleh para pria yang terlibat.
Dogra menyatakan bahwa Channel 4 tidak mengabaikan kewajiban merawat terhadap sejumlah kontributornya, dan “berdasarkan apa yang diketahui pada saat itu, kami bertindak dengan tepat, cepat, dan penuh kepekaan.” Saat ditanya apakah ia hendak meminta maaf kepada para wanita yang terlibat, Dogra mengatakan, “Saya sudah mengatakan semua yang saya bisa dalam pernyataan,” lalu meninggalkan wawancara tersebut.
Laporan investigasi BBC Panorama terkait MAFS UK ini menciptakan sorotan terhadap tanggung jawab kanal tersebut dalam menghadapi insiden yang dilaporkan terjadi selama produksi acara tersebut. Channel 4 mendapatkan tekanan publik serta dari beberapa kelompok hak perempuan untuk mengambil tindakan lebih lanjut dan memberikan klarifikasi lebih dalam atas tuduhan yang ada.
Menanggapi pertanyaan lebih lanjut, Channel 4 mengklaim telah berusaha melakukan investigasi internal dan berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait permasalahan tersebut guna memastikan tindakan selanjutnya yang tepat.
Insiden ini memicu diskusi luas mengenai kebijakan dan pedoman yang berlaku dalam industri televisi terkait perlindungan terhadap kru dan kontributor saat dalam proses produksi, terutama pada program realitas yang melibatkan partisipasi publik secara luas.
Diolah dari laporan BBC News.

