Moisipun, lolos penerima bantuan Kemendikdasmen bidang kebahasaan dan kesastraan 2026

Ada dua komunitas literasi di Sulawesi Utara yang menerima bantuan tersebut.

Editor: Redaktur
Komunitas Literasi Moisipun dalam ikhtiarnya membangun masyarakat cinta literasi, dimulai dari anak-anak. (Foto Dok. Pribadi)

ZONAUTARA.com — Dua komunitas literasi di Sulawesi Utara resmi ditetapkan sebagai penerima Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) setelah melalui proses seleksi administrasi yang panjang.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 138/BANPEM.BPPB/G/05/2026 tentang Penetapan Penerima Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Fasilitasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 25 Mei 2026.

Dua komunitas asal Sulawesi Utara yang menerima bantuan tersebut yakni Komunitas Literasi Moisipun yang diketuai Anisya Mokobombang serta Taman Baca Masyarakat Cerita yang dipimpin Elisabeth Jemima. Penetapan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi komunitas literasi dalam meningkatkan budaya baca, pengembangan bahasa, dan penguatan kegiatan kesastraan di tengah masyarakat.

Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa setiap penerima bantuan memperoleh dana fasilitasi sebesar Rp50 juta untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan literasi di daerah masing-masing. Bantuan itu diharapkan mampu memperluas akses literasi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya ruang belajar yang kreatif, edukatif, dan inklusif.

Koordinator Kurikulum Komunitas Literasi Moisipun, Ade Setyaningrum Sutrisno, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima komunitasnya.




“Lebih dari sekadar rasa bangga, bantuan ini membuat kami merasa dilihat dan perjuangan kami terasa selangkah lebih dekat. Sebagai komunitas literasi lokal yang bergerak dari akar rumput sejak 2022, bantuan dari pemerintah melalui Kemendikdasmen memberi harapan baru bagi kami untuk terus memperjuangkan akses literasi yang setara di Sulawesi Utara, khususnya Bolaang Mongondow Raya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan berbagai pihak yang selama ini mendukung keberlangsungan komunitas tersebut.

“Kami berterima kasih bukan hanya kepada pemerintah atas kepercayaannya, tetapi juga kepada seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Raya dan lembaga-lembaga yang selama ini membantu Moisipun tetap berjalan hingga akhirnya memperoleh bantuan ini,” katanya.

Menurut Ade, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan program literasi bagi anak-anak, guru, dan masyarakat.

“Ke depan, kami telah merancang berbagai program dan intervensi literasi anak untuk satu tahun mendatang. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi akses literasi bagi anak-anak di daerah yang selama ini sulit dijangkau,” ujarnya.

Ade menjelaskan bahwa berdasarkan temuan di lapangan, masih banyak siswa sekolah dasar yang mampu membaca, tetapi belum dapat memahami, menjelaskan, dan menafsirkan isi bacaan dengan baik.

“Fenomena ini dikenal sebagai illiterasi fungsional. Tanpa kemampuan memahami bacaan, anak-anak akan mengalami kesulitan dalam mempelajari dan menalar teks yang lebih kompleks di masa depan,” jelasnya.

literasi

Selama ini, Komunitas Literasi Moisipun menggunakan pendekatan “Buku Berjenjang” dalam kegiatan literasinya. Pendekatan tersebut menyesuaikan jenis buku dengan kemampuan membaca anak, mulai dari pembaca dini, awal, semenjana, hingga madya. Setelah membaca, anak-anak juga diajak menafsirkan isi bacaan untuk meningkatkan pemahaman mereka.

Ade berharap bantuan tersebut dapat memperkuat gerakan literasi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak di Bolaang Mongondow Raya.

“Yang minim bukan minat baca anak-anak, melainkan akses mereka terhadap bahan bacaan. Ketika kesempatan hadir, yang kami lihat justru antusiasme dan rasa penasaran yang begitu besar,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu anggota Komunitas Literasi Moisipun, Alifka Namira Angelia, mengatakan bantuan tersebut menjadi motivasi bagi komunitas untuk terus berkembang dan menghadirkan program yang lebih berdampak.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena Moisipun bisa menjadi salah satu penerima bantuan tahun 2026. Bagi kami, ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap komunitas, tetapi juga kepercayaan bahwa gerakan literasi di daerah kami memiliki potensi untuk terus berkembang dan memberi dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Alifka, bantuan tersebut akan mendorong komunitas untuk bekerja lebih serius dan terstruktur dalam menjalankan program-program literasi.

“Kami melihat kesempatan ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih serius, lebih terstruktur, dan menghadirkan program literasi yang lebih inklusif serta berkelanjutan. Harapannya, bantuan ini dapat memperluas ruang belajar dan kreativitas bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” katanya.

Penikmat kopi pinggiran, hobi membaca novel. Pecandu lagu-lagu Jason Ranti, pengikut setia Sapardi Djoko Damono, pecinta anime, terutama dari Gibli. Mampu menghabiskan 1000 lebih episode one piece dalam 8 bulan.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com