ZONAUTARA.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa aktivitas di Sesar Tarera Aiduna memicu gempa bumi tektonik dangkal bermagnitudo 4,8 yang mengguncang wilayah Kaimana, Papua Barat, pada Selasa. Gempa yang berpusat di laut ini terjadi di kedalaman 24 kilometer, sekitar 50 kilometer dari tenggara Kaimana.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Dengan hasil pemodelan matematis, gempa dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Menurut hasil analisis mekanisme sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip. Estimasi peta guncangan (shakemap) menunjukkan bahwa getaran gempa dirasakan cukup kuat di daerah Kaimana dengan skala intensitas IV-V MMI, yang menyebabkan banyak orang terbangun. Guncangan juga dirasakan di Kota Kaimana dengan skala intensitas III-IV MMI, sementara di Kota Rasiei, Kota Dobo, Kota Bintuni, dan Kota Nabire skala intensitasnya mencapai II MMI.
BMKG hingga saat ini belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan pada bangunan atau fasilitas publik akibat gempa tersebut. Namun, mereka mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak. Sistem monitoring BMKG pagi ini juga belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa susulan.
Diolah dari laporan Antara.

