ZONAUTARA.com – Hubungan diplomatik antara Israel dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengalami ketegangan serius. Pemerintah Israel resmi memutuskan hubungan dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, setelah Israel dimasukkan ke dalam daftar hitam pelaku kekerasan seksual di zona konflik.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menegaskan sikap tegas Israel melalui video yang dirilis pada platform X, Kamis (28/7) waktu setempat. Danon menyatakan bahwa Israel tidak akan lagi berkomunikasi dengan kantor Sekretaris Jenderal selama Guterres masih menjabat. “Kami sudah selesai dengan Sekretaris Jenderal ini,” ujar Danon. Ia mengkritik laporan dari kantor Guterres yang menyamakan Israel dengan kelompok teroris.
Keputusan PBB berdasarkan laporan tahunan tentang kekerasan seksual terkait konflik. Pada Agustus lalu, PBB telah memperingatkan mengenai informasi kredibel tentang kekerasan seksual oleh pasukan keamanan Israel terhadap tahanan Palestina.
Reem Alsalem, Pelapor Khusus PBB untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, menyebut langkah PBB ini sudah sangat terlambat. Ia menyoroti dokumentasi independen mengenai kekerasan seksual terhadap pria, perempuan, dan anak-anak Palestina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, menyebut keputusan PBB itu memalukan dan menuduh institusi tersebut telah terpolitisasi dan korup. Israel membantah tuduhan dan mengklaim telah menawarkan akses verifikasi kepada PBB, namun sering kali ditolak. Ketegangan antara Israel dan PBB meningkat sejak perang di Gaza pada Oktober 2023.
Menanggapi pemutusan hubungan, juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, menyatakan bahwa pintu dialog diplomatik tetap terbuka meskipun komentar keras dari Israel muncul. Langkah ini diprediksi menyulitkan posisi diplomatik Israel, terutama di tengah krisis kemanusiaan yang meningkat di Gaza dan Tepi Barat.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

