Galaksi Tak Lagi Tumbuh Akibat Awan Gas Panas Stabil

Studi baru menjelaskan galaksi berhenti tumbuh karena awan gas panas stabil memicu pelambatan pembentukan bintang.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Galaksi di alam semesta tidak memiliki selamanya pertumbuhan. Pada titik tertentu, galaksi yang awalnya aktif dalam memproduksi bintang akan mengalami pelambatan dan akhirnya memasuki masa “pensiun” yang panjang dan sunyi. Fenomena transisi ini, meski telah lama diketahui, tetap menjadi misteri hingga kini ketika sebuah penelitian baru memberikan jawaban.

Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh Preetish Mishra dari Korea Institute for Advanced Study bersama tim ilmuwan internasional mengungkapkan bahwa pelambatan ini disebabkan oleh terbentuknya awan gas panas yang stabil di sekitar galaksi pada massa sekitar 10^12,5 kali massa matahari. Di atas ambang batas ini, galaksi berhenti efektif memproduksi bintang, terlepas dari jumlah bahan baku yang tersedia.

Penemuan ini didasarkan pada simulasi kosmologis besar bernama Horizon Run 5 yang memodelkan banyak hukum fisika dari gas hingga lubang hitam sejak zaman Big Bang hingga kini. Melalui simulasi ini, peneliti meneliti 20.000 galaksi pusat terbesar, mengevaluasi rasio massa bintang terhadap massa total galaksi sebagai indikator utama efisiensi pembentukan bintang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa saat galaksi mencapai massa antara 10^12,4 dan 10^12,7 massa matahari, efisiensi pembentukan bintang turun drastis. Gas dalam galaksi yang lebih kecil cepat mendingin dan melanjutkan pembentukan bintang, tetapi dalam galaksi lebih besar, halo gas panas cukup stabil menahan dirinya hingga gas tidak lagi mendingin cepat dan berhenti menyediakan bahan bakar untuk bintang baru.

Teori yang berkembang menjelaskan bahwa galaksi besar berhenti tumbuh karena awan gas panas membentuk lingkaran stabil yang menopang dirinya sendiri melawan gravitasi selama miliaran tahun. Selain itu, penelitian ini menyangkal teori kehilangan materi dari semburan supernova atau lubang hitam aktif, menunjukkan bahwa perubahan signifikan terjadi pada inflow daripada outflow gas.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com