ZONAUTARA.com – Komisi IX DPR mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah yang berlangsung dari 29 Juni hingga 10 Juli mendatang. Usulan ini diajukan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, setelah adanya temuan pemborosan anggaran lebih dari Rp1 triliun per bulan dalam program tersebut oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Charles Honoris menegaskan, “Menurut saya, momentum libur sekolah yang akan datang bisa dimanfaatkan untuk melakukan penghentian sementara pelaksanaan program MBG sambil dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program.” Temuan pemborosan ini dianggap sebagai alarm yang mendorong dilakukannya evaluasi segera.
Wakil Ketua Komisi IX DPR ini juga menekankan pentingnya audit terhadap dapur SPPG (Sistem Penyediaan Pangan Gratis) yang terlibat dalam program MBG, mengingat adanya isu keracunan yang telah menimpa lebih dari 40 ribu anak. “Selama masa evaluasi, pemerintah perlu melakukan audit terhadap seluruh dapur SPPG yang beroperasi, baik dari aspek keamanan pangan, kualitas makanan, efisiensi anggaran, maupun tata kelola pengadaannya,” ujar Charles.
Charles menyoroti bahwa dapur-dapur yang kerap menyebabkan keracunan, jika terbukti tidak memenuhi standar, harus ditutup secara permanen. Ia menambahkan bahwa evaluasi seharusnya tidak hanya berfokus pada jumlah penerima manfaat atau seberapa besar anggaran yang dihabiskan, tetapi lebih pada efektivitas program dalam memperbaiki status gizi anak dan pengelolaan yang efisien dan akuntabel.
Dalam konteks ini, Charles menyebut bahwa keselamatan dan kualitas layanan harus menjadi prioritas utama, dan keberhasilan MBG harus diukur lebih dari sekadar angka penerima manfaat, melainkan juga dari pencapaian tujuan program tersebut dalam meningkatkan status gizi anak-anak.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

