ZONAUTARA.com – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung telah menyerahkan aset-aset yang dimiliki oleh bos PT Golden Key Group (PT GKG), Eddy Tansil, terkait kasus pembobolan uang negara senilai US$430 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Aset-aset tersebut termasuk uang tunai Rp51,6 miliar, 20 bidang tanah, vila, dan pabrik. Penyerahan ini dilakukan pada acara Penyerahan Hasil Lelang BPA Fair 2026 di gedung BPA Kejaksaan pada Senin (15/6), dihadiri oleh para pejabat tinggi termasuk Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Ketua Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK) Achmadi.
“Dalam kesempatan ini juga dapat kami laporkan bahwa PPA berhasil melakukan penelusuran aset atas nama terpidana Eddy Tansil berupa uang sebanyak Rp51.682.537.000 (51,6 miliar),” kata Kepala BPA Kejaksaan Agung, Kuntadi, Senin (15/6). Aset Eddy Tansil tersebut diperoleh melalui negosiasi dengan pihak bank.
Aset-aset yang diselamatkan berupa uang tunai sejumlah Rp51.682.537.548, satu bidang tanah seluas 1.550 meter persegi beserta empat bangunan vila di Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, serta satu bidang tanah seluas 26.403 m² dan bangunan pabrik PT Rimba Subur Sejahtera di Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Ada juga 18 bidang tanah kosong di Desa Argawana, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Serang, Banten, yang diperoleh sejak tahun 2025.
Eddy Tansil dikenal dalam dunia kriminalitas Indonesia sebagai koruptor yang menodai citra negara di tengah perhatian internasional atas praktik korupsi di era Orde Baru. Sejak 30 tahun lalu, Eddy Tansil menghilang tanpa ada pertanggungjawaban hukum. Pada 1991, ia memperoleh kredit dari Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dengan dukungan dari tokoh-tokoh penting saat itu.
Pada 6 Mei 1996, Eddy Tansil meloloskan diri dari tahanan, diduga melarikan diri ke Singapura dan kemudian ke China. Ia menggunakan alibi berobat jantung di RS Harapan Kita untuk memuluskan pelariannya, dan diketahui menyiapkan sebuah mobil untuk membantu pelariannya tersebut. Kaburnya Eddy Tansil dibantu oleh sejumlah pihak, termasuk petugas LP Cipinang yang meloloskannya tanpa pemeriksaan ketat.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

