Zonautara.com, YOGYA – Peningkatan kunjungan rombongan pelajar mulai terlihat, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan domestik. Iwan Sulistyanto, Humas ASITA DIY, menyatakan bahwa segmen pelajar masih merupakan pasar yang signifikan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terlebih, DIY dikenal sebagai Kota Pendidikan yang menawarkan berbagai wisata edukasi dan budaya.
Saat ini, tren study tour semakin berkembang. Sekolah-sekolah tidak hanya mencari kunjungan sejarah dan city tour, tetapi juga mulai menggabungkan program dengan kegiatan yang lebih interaktif, memberikan pengalaman langsung kepada siswa,” ungkapnya, Senin (15/6/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa desa wisata kini menjadi tujuan favorit bagi rombongan pelajar. Desa wisata dianggap menarik karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar tentang kehidupan masyarakat lokal, budaya, UMKM, serta aktivitas tradisional secara langsung. Selain itu, museum juga kembali diminati, terutama yang menawarkan kemasan modern dan interaktif.
Berbagai pertunjukan budaya, seperti sendratari, gamelan, dan aktivitas membatik, menjadi daya tarik khusus bagi rombongan pelajar dari luar daerah. Menurutnya, daya tarik wisata di DIY kini mulai menarik perhatian rombongan pelajar dari luar Jawa, termasuk dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Hal ini menunjukkan bahwa Yogyakarta tetap menjadi tujuan utama untuk wisata edukasi dan study tour bagi sekolah-sekolah.
Oleh karena itu, kesiapan destinasi di DIY harus dipastikan. Ini mencakup kesiapan akses bus besar, lahan parkir, pengaturan lalu lintas, kebersihan kawasan wisata, keamanan, serta kesiapan sumber daya manusia dan masyarakat setempat. Konsep Sapta Pesona juga harus dijaga secara bersama-sama, terutama dalam hal rasa aman, tertib, bersih, ramah, dan memberikan pengalaman berkesan bagi para pelajar yang berkunjung ke Yogyakarta.
Harapannya, wisatawan merasa nyaman selama berada di DIY, sementara masyarakat Yogyakarta juga tetap dapat beraktivitas dengan nyaman sehari-hari,” tutupnya.

