ZONAUTARA.com – Kolaborasi antara Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA dan Hubble berhasil mengungkap fakta penting tentang Terzan 5 di pusat galaksi Bima Sakti. Objek ini sebelumnya dianggap sebagai gugus bola biasa, ternyata merupakan sisa sistem bintang purba yang menjadi saksi evolusi galaksi.
Terzan 5, yang pertama kali ditemukan oleh Azop Terzan pada tahun 1968, awalnya dikenal sebagai kumpulan bintang tua sederhana. Namun, penelitian terbaru menunjukkan kompleksitas luar biasa dengan data gabungan dari James Webb dan arsip Hubble yang mengungkap empat generasi bintang di sistem ini.
Sebelumnya, Hubble hanya mendeteksi dua generasi bintang dengan usia masing-masing 12,5 miliar tahun dan 4,7 miliar tahun pada 2016. Namun, penemuan terkini mengungkap dua generasi tambahan yang terbentuk sekitar 3,8 miliar dan 2,5 miliar tahun lalu. Temuan ini mematahkan teori sebelumnya dan menunjukkan bahwa Terzan 5 memiliki sejarah pembentukan yang jauh lebih panjang dari yang diperkirakan.
Francesco R. Ferraro, peneliti utama dari Universitas Bologna, menjelaskan bahwa Terzan 5 kemungkinan besar adalah sisa sistem bintang masif yang tidak hancur saat struktur pusat galaksi terbentuk. “Untuk alasan tertentu, kumpulan bintang ini terbentuk secara terpisah dari bulge dan tetap mempertahankan identitasnya hingga sekarang,” ujar Ferraro.
Ke depan, para peneliti merencanakan pengamatan lebih lanjut terhadap banyak gugus bintang lainnya di pusat galaksi. Hal ini untuk memastikan apakah sistem kompleks seperti Terzan 5 merupakan fenomena umum yang tersembunyi di balik debu kosmik di Bima Sakti.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

