ZONAUTARA.com – Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus menggenjot produksi minyak dan gas bumi nasional dengan mengandalkan sumur-sumur di Wilayah Kerja (WK) Blok Rokan. Vice President Exploration PHR, Suprayitno Adhi Nugroho, menyatakan perusahaan akan memanfaatkan peluang dari eksplorasi Astrea dan Pinang East. Pada area Pinang East, kontribusi produksi sudah mencapai 2.500 barel minyak per hari (BOPD).
“Itu benar-benar menjadi salah satu ‘game changer’, ternyata di blok yang sudah sepuh kita masih punya hidden potential,” ungkap Suprayitno dalam acara Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Upaya peningkatan ini dilakukan melalui Komitmen Kerja Pasti (KKP) dengan eksplorasi masif, survei seismik, dan program Enhanced Oil Recovery (EOR).
PHR menargetkan peningkatan cadangan migas serta produksi minyak nasional dengan teknologi ini. “Sumber-sumber eksplorasi cukup berhasil, kita punya success ratio less than sekitar 70 persen,” tambahnya. PHR juga memperkuat eksplorasi Migas Non-Konvensional (MNK) untuk membalik tren penurunan produksi.
Eksplorasi MNK ini terbukti berhasil pada sumur Gula Modet dan Kelogdet yang bahkan menemukan reservoir berkualitas world class. “Jadi terus kita lakukan, bisnis model baru di Rokan, salah satunya dengan mendorong percepatan produksi melalui COR dan MNK,” jelasnya lebih lanjut.
Pertamina Hulu Rokan berharap dengan strategi ini, produksi migas nasional dapat terus meningkat dan memberi kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional. Upaya ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

