ZONAUTARA.com – Penjaga gawang tim nasional Belgia, Thibaut Courtois, menilai bahwa mentalitas dan keyakinan adalah kunci utama keberhasilan timnya dalam menyisihkan Senegal dengan skor 3-2 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington, Amerika Serikat, pada Rabu (1/7/2026) waktu setempat.
Belgia sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya mampu bangkit dan memastikan kemenangan dramatis dalam pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi tersebut. Courtois mengungkapkan bahwa Senegal memberikan tekanan besar sejak awal laga dan membuat Belgia kesulitan mengembangkan permainan.
“Ya, saya rasa kali ini memang lebih gila. Kami menghadapi lawan yang sangat kuat, pertandingan yang sangat sulit,” kata Courtois usai pertandingan.
Courtois menegaskan bahwa Belgia tidak pernah kehilangan keyakinan meski berada dalam posisi tertinggal. Momentum kebangkitan dimulai saat tim berhasil mencetak gol pertama yang mengangkat kepercayaan diri seluruh pemain di lapangan.
“Di sepak bola Anda harus selalu percaya. Ketika kami mencetak gol pertama, semua orang mulai yakin bahwa gol kedua bisa datang. Dari situ permainan berubah,” ujarnya.
Courtois juga mengakui Senegal tampil lebih dominan pada sebagian besar pertandingan dengan keunggulan fisik, kecepatan, dan teknik yang menyulitkan Belgia. Dia menilai Belgia sempat terlalu banyak memainkan bola panjang di awal laga, sehingga memudahkan lawan mengantisipasi serangan. Kondisi berubah ketika Belgia mulai mengandalkan kombinasi umpan-umpan pendek.
“Senegal adalah tim yang sangat kuat. Mereka cepat, kuat secara fisik, dan punya teknik bagus. Ketika kami mulai memainkan kombinasi bola di bawah, kami menjadi jauh lebih berbahaya,” kata Courtois.
Meski demikian, gol kedua Senegal sempat membuat permainan sulit dikendalikan. Tekanan tinggi dari lawan membuat ruang semakin sempit, memaksa Belgia bekerja keras mencari celah. Courtois juga memberikan apresiasi kepada pemain cadangan yang berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
“Kekuatan tim bukan hanya sebelas pemain starter, tetapi juga mereka yang ada di bangku cadangan. Mereka bisa menjadi pembeda, dan hari ini mereka menjalankan tugasnya dengan sangat baik,” ujarnya.
Setelah pertandingan, suasana ruang ganti dipenuhi kegembiraan, namun pelatih langsung mengingatkan para pemain untuk tetap fokus karena Belgia belum mencapai target utama di turnamen ini.
“Tidak, kami tidak meminta hari libur. Kami sangat gembira, semua orang puas, tetapi pelatih langsung mengatakan bahwa kami belum memenangkan apa pun,” kata Courtois.
Courtois juga menyatakan bahwa masih ada aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam organisasi pertahanan dan transisi menghadapi serangan balik cepat lawan. Evaluasi penting agar tim lebih siap menghadapi fase berikutnya. Kemenangan atas Senegal menjadi bukti karakter kuat Belgia yang mampu bangkit dalam situasi sulit.
Kemenangan tersebut memastikan Belgia melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tim The Red Devils akan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat pada Senin (6/7) di Stadion Lumen Field, Seattle. Courtois berharap momentum kebangkitan ini dapat menjadi modal penting untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh di turnamen.
Diolah dari laporan Antara.

