Iran Gelar Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ditengah Kekhawatiran Keamanan

Iran gelar prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dengan kekhawatiran insiden 1989 terulang.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Enam bulan setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, prosesi pemakaman untuk mendiang Ayatollah Ali Khamenei akan dilangsungkan selama beberapa hari ke depan. Jenazah Khamenei akan diarak melintasi sejumlah kota di Iran hingga Irak. Khamenei, yang telah memimpin Iran selama hampir empat dekade, gugur pada 28 Februari 2026 dalam serangan ke rumahnya di Teheran.

Upacara pemakaman yang sempat tertunda akibat peperangan ini menjadi momen signifikan bagi Iran dalam menguji kemampuannya untuk menggalang dukungan publik, terutama setelah gelombang protes nasional enam bulan sebelumnya. “Pemerintah Iran kemungkinan besar akan memobilisasi pegawai negeri, pasukan paramiliter, dan publik untuk memadati jalan-jalan sebagai bentuk penghormatan terakhir,” tulis APNews.

Di balik antusiasme tersebut, terdapat kekhawatiran akan terulangnya tragedi seperti pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 yang menewaskan delapan orang dan melukai ribuan lainnya karena desak-desakan. Kasus serupa terjadi pada 2020 saat pemakaman Jenderal Qassem Soleimani yang menewaskan setidaknya 56 orang.

Serangkaian acara duka dimulai dari Sabtu (4/7/2026) di ibu kota Teheran dengan jenazah Khamenei disemayamkan di Grand Mosalla. Selanjutnya, pada Senin (6/7/2026), jenazah diarak melalui Teheran menuju Qom, lalu diterbangkan ke Karbala, Irak pada hari Rabu untuk penghormatan lebih lanjut. Pemakaman akan berakhir di Mashhad pada Kamis (9/7/2026) di kompleks suci Imam Reza.

Kondisi keamanan masih menjadi perhatian di tengah gencatan senjata yang rapuh dan kekhawatiran akan serangan Israel. Diplomasinya juga tegang dengan kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni lalu memberikan 60 hari untuk merundingkan perjanjian akhir terkait program nuklir Iran. Salah satu sorotan terbesar adalah ketidakpastian mengenai kehadiran Ayatollah Mojtaba Khamenei, putra mendiang yang kini menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com