Kemendikdasmen Fokus Kurangi Kesenjangan Mutu Pendidikan

Kemendikdasmen berupaya mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antara daerah dengan strategi afirmasi dan penguatan kualitas.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen penuh untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan yang terjadi antar-daerah serta antara sekolah negeri dan swasta. Saat ini, langkah-langkah strategis sedang disiapkan untuk memberikan afirmasi khusus bagi sekolah-sekolah dengan fasilitas yang kurang memadai.

Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, menegaskan bahwa ketimpangan kualitas menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia pendidikan nasional. “Di antara problem kami di tingkat nasional, setidaknya di Muhammadiyah, termasuk negeri juga, adalah kesenjangan mutu. Jadi masih ada kesenjangan mutu antara satu daerah dengan daerah lain, serta kesenjangan mutu antara negeri dengan swasta,” ujarnya usai menghadiri Sarasehan Pendidikan di Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Bantul.

Untuk mengatasi tantangan ini, Kementerian berkomitmen menerapkan strategi ganda dengan cara menjaga standar sekolah yang sudah maju sambil mendongkrak sekolah-sekolah yang masih tertinggal melalui kebijakan afirmasi. “Pendidikan untuk sekolah yang sudah berkualitas akan kita pertahankan mutunya, sedangkan yang di bawah (belum berkembang) kita berikan afirmasi supaya bisa lebih maju lagi,” tambahnya.

Kementerian telah membentuk unit atau direktorat baru yang secara khusus ditugaskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah-daerah yang membutuhkan. Fokus utama tahun ini adalah memberikan bantuan prioritas bagi sekolah-sekolah dengan fasilitas minim dan membatasi kebijakan negosiasi atau penundaan anggaran yang tidak mendesak.

Wakil Menteri Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, menekankan pentingnya kolaborasi antara negara dan komunitas agama dalam pendidikan. Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan akses internet sekolah menjadi 16.557 pada 2026 guna mendukung digitalisasi pembelajaran di wilayah 3T.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com