Menkes Targetkan Produksi Mandiri 15 Antigen Vaksin Sebelum 2029

Menkes RI targetkan produksi mandiri 15 antigen vaksin sebelum 2029 dengan riset dan pengembangan dalam negeri.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Antara – Top News

ZONAUTARA.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan agar riset dan pengembangan terhadap 11 antigen vaksin dilakukan di Indonesia, sehingga 15 antigen dapat diproduksi secara mandiri sebelum tahun 2029. Pernyataan ini disampaikan oleh Menkes di Jakarta pada Rabu (8/7/2026).

Budi menjelaskan bahwa saat ini Indonesia menggunakan 15 antigen yang merupakan bibit virus untuk pembuatan vaksin. Dari total tersebut, telah diciptakan 13 vaksin, di mana salah satunya mengandung beberapa antigen sekaligus. Namun, baru empat dari 15 antigen tersebut yang saat ini dapat diproduksi secara mandiri oleh Indonesia.

“Kita bakal pensiun tahun 2031. Bisakah kita membuatnya lebih cepat? ‘Pengembangan vaksin bisa lama’. Saya tidak percaya. COVID-19, kita bisa melakukannya dalam 18 bulan, 20 bulan. Kenapa saya selalu menerima jawaban ‘kami butuh 5-10 tahun?'” ujar Budi.

Budi menyebutkan bahwa selama ini 11 dari vaksin tersebut diproduksi dengan cara seperti merangkai (assembly) mobil atau mesin, di mana bahan baku vaksin diimpor dari Tiongkok dan India, lalu dituangkan ke dalam botol-botol di Indonesia.

Saat ini, lanjut Budi, Indonesia belum menguasai teknologi viral vector dan mRNA. Oleh karena itu, dua capaian yang ingin diraih adalah riset dan pengembangan 100 persen dalam negeri serta meningkatkan kapasitas domestik dalam pengembangan vaksin dengan teknologi tersebut.




Dalam mencapai target tersebut, Budi berharap dukungan dari berbagai pihak termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta perusahaan industri seperti Bio Farma dan mitra lainnya untuk mendorong transfer teknologi.

Budi juga menekankan pentingnya memastikan bahwa hasil riset dan jurnal dapat diterapkan dalam bentuk produk yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bukan sekadar tulisan ilmiah.

“Jadi saya tunggu sebelum 2031, atau sebelum 2030, sebelum jabatan saya selesai, sehingga perusahaan pembuat vaksin bisa memproduksi 15 antigen ini. Dan disetujui Pak (Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan) Taruna Ikrar,” ungkap Budi.

Diolah dari laporan Antara.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com