ZONAUTARA.com – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, belum padam hingga memasuki hari ke-9. Pemerintah Kabupaten Tangerang berusaha memadamkan kebakaran dengan berbagai cara, termasuk menggelar salat minta hujan (istisqo) sebagai upaya spiritual untuk mempercepat pemadaman api.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa salat istisqo telah dilaksanakan di beberapa kecamatan untuk mengharapkan turunnya hujan yang dapat membantu proses pemadaman. “Alhamdulillah beberapa kecamatan juga sudah melaksanakan salat istisqo untuk bisa diturunkan hujan. Karena dengan hujan akan mempercepat proses pemadaman ini. Mari bersama juga kita berdoa, memohon kepada Allah SWT untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan kita semua, termasuk masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah tim gabungan dari pusat, termasuk BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Manggala Agni, dan instansi lainnya bekerjasama menangani kebakaran tersebut. Pemadaman api dilakukan oleh ratusan petugas gabungan dari berbagai instansi. Maesyal berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin. “Hari ini penanganan bencana kebakaran hari yang ke-9, semua tim baik itu dari pusat, BNPB-nya, Kementerian LH, Kementerian Kehutanan dengan Manggala Agni, relawan, Forkopimda, OPD, BPBD, Dinas Kesehatan, Kota Tangerang, Jakarta Barat, Kota Serang termasuk juga dari Provinsi Banten. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upayanya yang tak pernah berhenti menangani bencana kebakaran ini,” ungkapnya.
Proses penyiraman air dari darat dan udara melalui empat unit helikopter water bombing terus dilakukan untuk menjangkau daerah yang sulit diakses petugas darat. Parameter kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak menjadi fokus utama dengan menyediakan kebutuhan kesehatan dan logistik di tempat evakuasi di Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg.
Mengenai operasi modifikasi cuaca, Maesyal menyebut bahwa upaya rekayasa hujan belum dapat dilakukan karena kondisi awan yang masih tipis. Pemkab Tangerang tetap berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk upaya lebih lanjut. “Untuk rekayasa hujan, kita terus menunggu dari BMKG. Karena di sini awannya itu sangat tipis, belum bisa diupayakan,” jelasnya.
Diolah dari laporan Detik.

