ZONAUTARA.com – Aparatur sipil negara (ASN), termasuk pegawai negeri sipil (PNS), di Indonesia banyak yang merasa takut untuk pensiun karena pendapatan mereka yang menurun drastis. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan bahwa banyak PNS takut menghadapi masa pensiun saat rapat kerja dengan Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan survei yang dilakukan Zudan, dari setiap 10 ASN, tujuh di antaranya mengaku tidak siap untuk pensiun. Per 1 Juli 2026, jumlah ASN tercatat mencapai 6,77 juta orang, yang terdiri dari 3,48 juta PNS, 2,07 juta PPPK, dan 1,22 juta PPPK paruh waktu. Zudan menyebut, “10 ASN kalau kita survei 7 menyatakan tidak siap pensiun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zudan menjelaskan bahwa penurunan pendapatan yang mencapai 75% dari gaji pokok menjadi penyebab utama ketakutan ASN untuk pensiun. “Jadi ASN kita itu kalau pensiun hanya 75% dari gaji pokok kurang lebih Rp 4-5 juta. Jadi turun jauh,” tambahnya. Opsi untuk mengatasi masalah ini sudah disiapkan pemerintah melalui kebijakan baru yang sedang dirancang.
Dalam upaya mengatasinya, Zudan menyarankan untuk mengubah skema penggajian ASN menjadi single salary demi meningkatkan kesejahteraan pensiunan ASN. “Nah ini kami memiliki kebijakan yang nanti kami laporkan ke Bu Menteri dan Pak Presiden bagaimana desain ideal agar ASN kita bisa pensiun sejahtera,” paparnya.
Saat ini, skema pensiun PNS masih menggunakan manfaat pasti (defined benefit) dengan metode pembiayaan pay as you go (PAYGO), dimana seluruh sumber dana berasal dari APBN. Meski demikian, PNS tetap memberikan iuran bulanan sebesar 4,75% dari gaji pokok mereka.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

