ZONAUTARA.com – Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara, terutama di Kota Medan dan sekitarnya, mendorong Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) untuk turun tangan langsung menangani situasi ini. Langkah ini dilakukan dengan menerjunkan personel polisi sebagai sopir truk tangki guna menjamin kelancaran distribusi BBM.
Kepala Biro Operasi Polda Sumut Kombes Dwi Tunggal Jaladri mengungkapkan, inisiatif tersebut diambil setelah rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Distribusi BBM terhambat karena berkurangnya jumlah awak mobil tangki (AMT). “Kami menyiapkan 10 personel Polri yang memiliki kualifikasi dan pelatihan khusus untuk menjadi pengemudi truk tangki sebagai pengganti sementara. Langkah ini diambil agar distribusi tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ungkapnya, Kamis (16/7).
Para personel yang bertugas telah dibekali dengan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan distribusi energi. Keahlian ini sudah dipersiapkan sejak penanganan bencana alam di wilayah Tapanuli pada 2025 lalu. Selain itu, Polda Sumut juga mengerahkan 786 personel untuk menjaga keamanan dan mengatur lalu lintas di 325 SPBU se-Sumut, dengan tujuan mencegah kemacetan akibat antrean kendaraan.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menambahkan bahwa pengamanan distribusi diintensifkan dengan pengawalan ketat armada dari Depo Pertamina menuju SPBU. “Saat ini ada sebelas mobil tangki yang dikawal polisi dari Depo menuju SPBU di Medan dan daerah lain seperti Sidikalang,” katanya.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Ferry Walintukan mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan melakukan aksi borong BBM. Ia menegaskan bahwa stok BBM di Sumut dalam kondisi cukup. “Kendala yang terjadi murni masalah internal distribusi di Pertamina terkait kekurangan awak tangki dan saat ini sudah mulai teratasi secara bertahap,” jelasnya.
Polda Sumut beserta Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memastikan bahwa distribusi BBM berjalan lancar hingga situasi kembali normal. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

