ZONAUTARA.com – Pemerintah Kabupaten Kediri berencana untuk membuka kembali wisata air panas di Gunung Kelud pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata berbasis alam yang produktif. Persiapan pembukaan kembali wisata ini tengah dimatangkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri setelah sebelumnya memperpanjang jam kunjungan wisata Besuki di kawasan Gunung Wilis.
Mustika Prayitno Adi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, menyatakan bahwa wisata air panas di kawasan Gunung Kelud telah lama ditutup akibat erupsi pada tahun 2014. “Kita telah lakukan survei, potensinya luar biasa sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, termasuk yang pernah datang supaya tertarik datang kembali,” ujarnya pada Minggu (26/7).
Menurut Mustika, sesuai arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, penataan dan pemaksimalan pengelolaan potensi wisata Gunung Kelud dan Gunung Wilis harus dilakukan. Survei lokasi dilakukan dengan melibatkan jajaran Forkopimcam Kecamatan Ngancar serta komunitas pelaku wisata Gunung Kelud. Salah satu pertimbangan utama dalam membuka kembali wisata ini adalah memastikan keamanan akses jalur menuju lokasi.
Jalan menuju wisata air panas tersebut dari area parkiran baru membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. “Kita lihat dulu mana jalur yang bisa dilalui, semoga saja pembukaan wisata air panas ini bisa segera terwujud,” ungkap Mustika.
Dengan dibukanya kembali wisata air panas di Gunung Kelud, diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan memberi kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
Diolah dari laporan Tirto.id.

