ZONAUTARA.com – Indonesia menghadirkan komoditas potensial untuk menopang ekspor dan mendongkrak neraca perdagangan pada tahun 2026. Ketiga komoditas utama berasal dari sektor pertanian dan perkebunan, yakni kopi, coklat, dan pala, yang memiliki permintaan tinggi di pasar global.
Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa negara-negara tujuan ekspor Indonesia memiliki populasi besar dan potensi pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Dalam wawancaranya di Squawk Box CNBC Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2026, Andry menyatakan, “Banyak negara-negara yang menjadi tujuan ekspor kita saat ini memiliki populasi yang besar dan memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang besar. Ini yang kemudian nanti bisa mendongkrak ekspor kita ke depan.”
Lebih lanjut, Asmoro mengatakan bahwa Indonesia adalah produsen terbesar di dunia untuk ketiga komoditas tersebut. Selain itu, kelapa juga menjadi salah satu komoditas yang diminati di berbagai negara. “Apalagi kalau kita bicara bagaimana ekspor kita banyak juga ke India, Pakistan, Bangladesh yang secara relatif pertumbuhan India itu cukup baik dan jumlah populasi juga tinggi. ini yang kemudian akan mendorong sebenarnya punya potensi untuk tumbuh lebih tinggi lagi,” tambah Andry.
Meskipun pertumbuhan sektor perkebunan, pertanian, dan perikanan sempat berada di bawah 3% dalam tiga tahun terakhir, Andry optimis bahwa pemerintah bisa meningkatkan kinerjanya. “Kalau kita bicara di sektornya, ini Indonesia akan bisa sustainable tumbuh di atas 5,5% ke bahkan di atas 6%. Itu menurut kalkulasi kami,” ujarnya.
Andry juga menekankan bahwa dengan memfokuskan pada sektor tersebut, Indonesia dapat mengejar pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menjadi salah satu pendorong suplai valuta asing di tingkat domestik. “Jadi perlu kemudian kalau nanti misalnya tanya, apa yang kemudian jadi perlu dilakukan oleh pemerintah misalnya? Fokus kepada dua sektor itu saja, itu akan menjawab tiga hal,” pungkasnya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

