Connect with us

Sorotan

Seri Permainan Anak Tradisional di Sulut: Melestarikan Kearifan

ZonaUtara.com akan menurunkan secara berseri sembilan video tentang permainan anak tradisional yang masih bisa dijumpai di Sulawesi Utara. Liputan tematik ini bisa menjadi upaya pelestarian nilai kearifan lokal. Dan bisa juga menjadi bahan referensi bagi anak-anak saat ini.

Bagikan !

Published

on

Zaman telah berubah. Teknologi mereduksi banyak hal dan merubah secara drastis kebiasaan-kebiasaan masyarakat. Perkembangan yang sangat pesat itu bukan hanya terasa di bidang teknologi, ekonomi, pendidikan dan budaya. Perkembangan itu juga terasa dalam bentuk pergaulan baik pada masyarakat yang tinggal di perkotaan maupun yang tinggal di desa.

Teknologi juga membuat produksi berbagai permainan menjadi murah dan mampu memberikan hiburan yang mudah diakses serta menyenangkan. Keunggulannya juga bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja. Penetrasi teknologi ini ikut merubah kebiasaan anak-anak dalam bergaul dan bermain.

Saat ini anak-anak lebih memilih untuk bermain atau menikmati hiburan dengan menggunakan alat-alat elektronik yang moderen seperti Play Station, games station, gadget, dan permainan elektronik lainnya, yang bisa mereka lakukan dan nikmati seorang diri tanpa harus ada teman bermain.

Permainan anak zaman dahulu di era tahun ‘50-an hingga ’90-an yang dilakukan beramai-ramai dengan beberapa orang atau berkelompok sudah jarang lagi ditemui. Anak-anak sekarang lebih memilih tinggal di rumah bermalas-malasan dan larut dalam permainan digital tanpa bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Padahal  permainan  anak-anak tradisional memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak, misalnya dalam pertumbuhan kesehatan dan motorik. Belum lagi keseruan permainan yang bisa dinikmati bersama teman-teman sebaya yang secara emosi memberikan efek kesenangan dan kenangan bagi setiap anak.

ZonaUtara.com akan menurunkan secara berseri sembilan video tentang permainan anak tradisional yang masih bisa dijumpai di Sulawesi Utara. Liputan tematik ini bisa menjadi upaya pelestarian nilai kearifan lokal. Dan bisa pula menjadi bahan referensi bagi anak-anak saat ini.

 

Lihat Seri Videonya: Permainan Anak Tradisional

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Sorotan

Hoaks sengaja disebar untuk picu kerusuhan di Wamena

Semuanya diminta untuk menahan diri.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko seusai rapat internal dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/09/2019) siang, langsung merespons peristiwa kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua. Moeldoko mengatakan bahwa peristiwa di Wamena harus disikapi dengan cara-cara proporsional dan profesional.

“Jangan sampai penyelesaian itu membangun dengan emosi yang pada akhirnya aparat itu melakukan tindakan-tindakan yang uncontrol. Itu yang tidak kita inginkan,” kata Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan ini mengakui jika dalam kerusuhan yang terjadi di Wamena terdapat korban, termasuk di pihak aparat keamanan, yaitu TNI dan Polri.

Ia menegaskan bahwa tidak ada instruksi bagi aparat untuk melakukan tindakan represif dalam menangani kerusuhan di Wamena itu. Semuanya diminta untuk menahan diri karena ini sangat berkaitan dengan perkembangan isu di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Jadi jangan kita memunculkan situasi yang tidak bagus. Jadi semuanya harus terkontrol dengan baik aparat keamanan, tidak ada langkah-langkah yang eksesif, tetapi juga keamanan menjadi kebutuhan bersama,” tegas Moeldoko.

Kabar hoaks yang memicu kerusuhan di Wamena, menurut Moeldoko, akibat adanya isu yang disebarkan bahwa ada seorang guru yang melakukan rasis. Padahal hal itu tidak terjadi. Kapolri juga mengatakan tidak ada hal itu.

“Sudah dicek ke sekolahan  itu tidak yang terjadi seperti itu. Tapi begini, ya, karena situasi ini, sekali lagi, situasi ini adalah situasi yang diprovokasi dalam rangka menciptakan situasi untuk konsumsi,” ujarnya.

Moeldoko menghimbau agar harus menyikapi ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai nanti ikut terbawa emosi, terpancing dan seterusnya. Hal tersebut juga sudah menyampaikan hal itu kepada aparat keamanan di wilayah Papua.

Ia menduga adanya provokasi yang sengaja diciptakan untuk memicu terjadinya kerusuhan di Wamena. Saat aparat terpancing melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia berat bisa dijadikan celah tuntutan di PBB.

“Kami sudah tahu agendanya ke mana,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com