Connect with us

Sorotan

MAAF DI HARI YANG FITRI

Idul Fitri mau mengingatkan kita semua untuk terus menyebarkan kebaikan yang selaras dengan ajaran Islam.

Published

on

Catatan Redaksi

TAK TERASA, Idul Fitri kini kembali menyapa kita semua. Ramadan telah lewat dan saatnya umat kembali ke fitrahnya. Fitrah yang penuh cinta dan kasih sayang.

Fitrah sebagaimana yang diyakini dalam Islam bahwa manusia terlahir suci tanpa dosa. Proses kehidupan yang dibentuk oleh waktu dan sejarahlah yang pada akhirnya membawa manusia bergelimangan dosa.

Oleh karena itu, sejatinya di Hari Raya nan fitri ini, sepantasnya kita sesama manusia memohon ampunan dari Allah SWT atas segala dosa yang telah kita perbuat. Dan juga saling memohon maaf kepada sesama manusia.

Indonesia dengan keberagaman budaya dan tradisi, punya ritual kolosal saban tahun demi mendapatkan maaf itu: Mudik. Mengunjungi sanak keluarga di tanah kelahiran adalah upaya mendapatkan maaf sekaligus menyampaikan maaf kepada orang-orang yang dicintai.

Menuntaskan puasa selama Ramadan dan menyempurnakannya dengan saling bermaaf-an merupakan kekuatan menuju manusia yang fitri. Puasa yang dijalankan dengan sempurna adalah jaminan untuk menjadi manusia yang lebih bertaqwa.

Konsep manusia kembali menjadi fitri dan konsep manusia taqwa itu sejatinya juga diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa yang lebih menghormati hak-hak warganya serta peduli dengan distribusi keadilan.

Idul Fitri kiranya juga dapat menjadi momen untuk mengingatkan para pemimpin pemerintahan bahwa masih begitu banyak persoalan yang perlu dibenahi. Terutama persoalan-persoalan yang menghambat distribusi keadilan bagi masyarakat. Sebab kekuasaan yang dimiliki sejatinya hanyalah alat untuk mendistribusikan keadilan itu sendiri.

Sekaligus, Idul Fitri mau mengingatkan kita semua untuk terus menyebarkan kebaikan yang selaras dengan ajaran Islam. Karena bukankah Islam mengingatkan pemeluknya untuk saban saat terus berbuat kebaikan demi mewujudkan Islam yang menjamin keselamatan bagi seluruh penghuni bumi, agar menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin.

Seluruh jajaran Redaksi ZonaUtara.com memohon maaf yang sebesar-besarnya. Taqobalallaahu minnaa wa minkum, minal aidzin wal faizin. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H bagi semua saudara kami yang merayakannya. Temuilah keluarga kita, dan rayakanlah Hari Kemenangan ini. Ucapkan maaf selagi kita punya kesempatan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TRAGEDI DI BAKAN

Legislator Sulut prihatin soal tambang rakyat di Bakan

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com– Aktifitas pertambangan rakyat yang menalan puluhan korban di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menjadi keprihatinan bersama. Terutama para wakil rakyat kita di DPRD Sulawesi Utara.

Legislator, Rita Lamusu mengatakan, kejadian tersebut telah diperingatkan sejak lama oleh seluruh pihak. Namun menurut dia, Pemerintah harus tegas terhadap tambang-tambang tanpa izin tersebut.

“Karena saat ini kelihatan setengah-setengah dalam menanganinya sehingga masyarakat tidak takut melakukan penambangan,” kata dia, Senin (11/3/2019).

Bahkan kata politisi PKS itu, hampir setiap di acara di desa sering diinfokan soal tambang-tambang ilegal namun masyarakat tidak mengindahkan.

“Setidaknya harus ada solusi konkrit dari pemerintah terkait hal ini agar masyarakat sadar untuk tidak melakukan aktifitas pertambangan ilegal,” ujar Lamusu.

Sedangkan soal Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertambangan yang sementara digodok di DPRD Sulut, masyarakat pun meminta agar segera dituntaskan.

“Di DPRD Sulut ada Ranperda Pertambangan. Kiranya Ranperda itu berisikan pasal-pasal yang bisa jadi payung hukum dalam penertiban pertambangan ilegal, serta memberikan solusi bagi rakyat penambang,” tambah pengamat politik pemerintahan, Taufik Tumbelaka.

“Kan kerja para legislator adalah membuat aturan yang berpihak pada rakyat,” tambah dia lagi.

Seperti diketahui, dari data Basarnas Manado, hasil evakuasi tim tahap pertama mulai 26 Februari hingga 3 Maret 2019, ada 27 korban yang dievakuasi, dimana 18 orang selamat dan 9 orang meninggal dunia.

Evakuasi tahap kedua pada 4 Maret sampai 7 Maret, ada 18 jenazah korban. Namun, ada beberapa yang tidak utuh. (K-02)

Continue Reading
Advertisement

Trending