SANGIHE, ZONAUTARA.com – Satri Manembalung (51) dan Hajibat Masoara (48) bergegas mengambil peralatan memasak dan bahan untuk membuat kue. Dua ibu di Kampung Bukide Timur, pulau Bukide, Kecamatan Nusa Tabukan ini ingin menuntaskan rasa penasaran sejumlah jurnalis.

Pekan lalu Konsorsium Nusa Utara yang merupakan gabungan dari Perkumpulan Yapeka dan Perkumpulan Sampiri, menggelar media trip ke beberapa lokasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Salah satu tujuannya adalah Bukide Timur.

Di Bukide Timur, para Jurnalis nasional dan Sulut ini diajak melihat pengelolaan kawasan konservasi pesisir berbasis masyarakat. Kearifan lokal yang masih terjaga di Bukide Timur menjadi modal utama pemberdayaan masyarakat di sana.

Salah satunya adalah pembuatan kue amik. “Ini kue cuma ada di sini, kami belajar dari orang tua kami secara turun temurun,” ujar Satri sambil menyelesaiakan pembuatan kue.

Bahan kue amik sangat sederhana, beras yang ditumpuk atau digiling hingga menjadi tepung. Ditapis, lalu ditambahkan gula dan air.

Yang unik adalah alat pembuatnya. Sejak dulu, cetakan kue amik terbuat dari tempurung yang diberi gagang kayu. Tempurung diberi beberapa lubang kecil di bagian bawahnya.

Adonan tepung beras dan gula serta air, kemudian dituang diatas cetakan dari tempurung itu. Gagang kayu lalu diketuk-ketuk di atas wajan yang minyak gorengnya mendidih. Adonan pun keluar dari lubang-lubang kecil itu, sambil cetakan itu diputar membentuk pola melingkar.

“Ini harus dibalik sambil dilipat. Adonannya harus tepat, kalau terlalu cair atau terlalu kental, tidak akan jadi benang-benang seperti ini,” kata Hajibat.

Menurut mereka, kue amik menjadi teman minum kopi atau teh kalau mereka berkumpul sambil berbagi cerita. Kue ini juga menjadi sajian saat sedang ada hajatan di kampung.

“Kalau mendekati hari raya, kami banyak menerima pesanan dari kampung lain. Rasanya gurih dan manis, dan tidak ada di tempat lain,” tambah Hajibat.

Pulau Bukide selayak pulau berteras laut itu memang punya berbagai cerita menarik. Termasuk bagaimana warga berbeda kepercayaan di sana memelihara keharmonisan dan menjaga toleransi.

Laporan Suhandri Lariwu dan Ronny A. Buol

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com