Connect with us

Tematik

Herold Hadirkan Special Touring Concept Dalam Ajang MAC 2017

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Ajang kontes sepeda motor yang digelar di halaman parkir Manado Town Square ( Mantos) memang spektakuler. Pantauan wartawan Zona Utara pada Sabtu (16/9/2017) dalam kegiatan yang menjadi bagian dari pameran Mantos Auto Contest (MAC) 2017 tersebut, terlihat ramai dijejali berbagai sepeda motor yang telah dimodifikasi.

Dari puluhan peserta yang turut berkompetisi dalam ajang ini, Herold Assa, warga Desa Kalasey II, Kecamatan Mandolang, mengikutsertakan sepeda motor Honda Megapro miliknya. Sepeda motor keluaran tahun 2011 dengan kekuatan mesin 150 cc tersebut dimodifikasinya dengan konsep spesial turing model GS (BMW 1200 cc).

“Ini keikutsertaan yang keempat kali. Tahun 2014 dan 2015 berhasil predikat Juara I, serta 2016 di posisi Juara III. Masing-masing untuk kategori special touring concept,” ujar Herold.

Karena menggunakan model GS, otomatis Herold harus memodifikasi bentuk sepeda motornya jadi besar. Konsekuensinya, harus mengganti body dan memasang blue bar agar bisa berukuran besar. Juga harus memasang safety box yang juga harus berukuran besar di sayap kiri-kanan serta bagian belakang.

“Untuk safety box samping kiri-kanan, saya memakai model full sad nomor 45. Sedangkan bagian belakangnya pakai nomor 50,” kata Herold.

Dengan mengusung special touring concept, menurutnya sepeda motor harus dilengkapi fasilitas safety touring seperti pergelangan tangan, pakaian, helm, lampu, segitiga pengaman, obat-obatan, dan yang lainnya. Lampu juga perlu dimodifikasi. Misalnya di jalanan yang agak sepi, bisa menggunakan jenis lampu yang berkedap-kedip atau Strobo.

“Konsep spesial turing yang dipakai sudah direncanakan sejak tahun 2014. Tapi bisa dirubah setiap saat, sesuai dengan kondisi serta kebutuhan. Untuk biaya yang dikeluarkan untuk memodifikasi sepeda motor ini sekitar 30-an juta,” tuturnya.

 

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Beri Donasi

100 Tahun Tangkoko

Buku foto karya orang Batuputih segera direalisasikan

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Kejutan menggembirakan dirasakan pehobby fotografi yang tergabung dalam komunitas Tukang Foto Orang Batuputih (TFOB) saat menggelar pameran foto di Manado Town Square (Mantos) 3.

Istri Walikota Bitung Khouni Lomban Rawung merespon keinginan TFOB untuk mengabadikan karya-karya foto mereka dalam sebuah buku foto.

“Saya akan mengawal keinginan ini dan akan merealisasikannya segera. Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah Kota Bitung agar hal yang sangat baik ini segera terwujud,” ujar Khouni, Jumat (22/3/2019).

Khouni yang ikut bersama dalam diskusi di sela-sela Pameran Foto #MariJoKaTangkoko itu menjelaskan bahwa program Pemkot Bitung di bidang pariwisata dengan 5 Pesonanya harus didukung semua pihak.

Dukungan dari masyarakat Batuputih adalah penting untuk menunjang point Pesona Flora dan Pesona Fauna dalam 5 Pesona Bitung itu. Sebab wilayah Batuputih adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Tangkoko.

Para pehobby fotografi TFOB telah memotret dengan sangat baik dan mengoleksi sekitar 85% kekayaan hayati yang ada di Cagar Alam Tangkoko Batuangus, yang menjadi incaran para fotografer dari mancanegara.

“Maka sangatlah tepat jika karya anak-anak Batuputih harus diapresiasi dengan menerbitkannya dalam sebuah buku, ayo kita bekerja bersama-sama, jika perlu buku itu sudah bisa diterbitkan saat hari ulang tahun Bitung nanti,” harap Khouni.

Khouni yang juga merupakan duta yaki itu berharap buku soal Tangkoko yang dibuat oleh orang Batuputih sendiri bisa menjadi souvenir bagi para wisatawan yang mendatangi Bitung.

Ronny Buol dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) F/21 sangat berharap buku karya TFOB dan pehobby foto lainnya dari Batuputih bisa segera terbit.

“Kurang bagus apa foto-foto yang mereka hasilkan. Contohnya foto-foto yang dipamerkan ini, tak kalah bagusnya dengan karya fotografer-fotografer professional yang datang memotret di Tangkoko. Maka selayaknyalah karya-karya ini dibukukan,” kata Ronny.

Pameran yang dikoordinir oleh Selamatkan Yaki dan didukung oleh berbagai pihak termasuk Pemkot Bitung, BKSDA Sulut, EPASS, PPS Tasikoki, PKT, WCS, LPM f/21, Masyarakat Fotografi sangihe, Spot Photograhpy dan sebagainya itu akan berlangsung hingga Sabtu (23/3).

Reyni Palohoen dari Selamatkan Yaki menjelaskan bahwa tujuan utama dari pemeran foto ini adalah mengedukasi masyarakat Sulawesi Utara tentang kekayaan biodiversity yang dimilikinya.

“Seharusnya kita bangga dengan kekayaan ini. Lewat foto-foto yang indah ini, kami berharap masyarakat bisa paham bahwa flora dan fauna yang khas dan hanya ada di Sulut ini harus kita lestarikan bersama-sama,” jelas Reyni.

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com