Connect with us

ZONAPEDIA

Gucci Tak Lagi Gunakan Bulu Hewan Pada 2018

Published

on

ZONAUTARA.com – Pada 2018 nanti, merek mewah Italia tak akan menggunakan bulu hewan (Fur-free). Bakhan sisa koleksi yang masih menngunakan bulu hewan akan di lelang.

Menurut CEO Gucci Marco Bizzarri, mereka membuat keputusan tersebut untuk mempertegas komitmen perusahaannya dalam menjaga keberlanjutan (sustainability) sebagai bagian dari bisnisnya.

“Apa menurutmu menggunakan bulu hari ini masih modern? Saya tidak berpikir itu masih modern dan itulah alasan mengapa kami memutuskan untuk tidak melakukan itu. Ini agak ketinggalan zaman,” kata Bizzarri yang dilansir dari kompas.com.

Menurut dia, Kreativitas bisa didapatkan dari berbagai arah dan bukan hanya menggunakan bulu binatang.

Gucci bergabung dengan merek ternama lain seperti Calvin Klein, Ralph Lauren, Tommy Hilfiger dan Armani yang telah berhenti menggunakan bulu hewan dalam koleksi pakaian mereka.

Bizzarri mengatakan, keputusan penghentian penggunaan bulu tidak akan berdampak terlalu banyak pada bisnisnya.

Produk bulu bernilai sekitar 10 Juta Euro setiap tahunnya dan Bizzarri mengatakan, bahwa bahan seperti inovasi kain imitasi, wol dan kain harus dapat mengkompensasi hal ini.

Larangan penggunaan bulu juga bisa menumbuhkan basis konsumen Gucci yang lebih muda dan cenderung lebih etis dan modern dari pada generasi sebelumnya.

Keputusan tersebut juga dilakukan dengan bantuan direktur kreatif Gucci Alessandro Michele.

“Fashion selalu tentang tren dan mengantisipasi keinginan konsumen. Direksi yang memiliki kreatifitas terbaik dapat mengantisipasinya, mencium sesuatu di luar sebelum orang lain. Agar fashion dan modernitas berjalan bersama.” pungkasnya.

 

Editor: Eva Aruperes

ZONAPEDIA

Menyaksikan Batavia, kota tersohor di Asia Tenggara kala itu lewat Virtual Reality

Merasakan sensasi terbang bersama seekor burung mendatangi kota penting dalam sejarah Nusantara.

Published

on

Rekonstruksi visual Batavia. (@wfm.nl / Rob Tuytel)

ZONAUTARA.com – Museum Westfries di Kota Hoorn, Belanda baru saja membuka pameran untuk memperingati 400 tahun sejak Batavia didirikan. Pameran itu berlangsung pada 30 Mei hingga 5 Januari 2020.

Diberi tajuk “Batavia 1627 VR”, para pekerja multimedia dalam pameran itu berhasil menghidupkan Kota Batavia dalam visualisasi virtual reality.

Pengunjung bisa merasakan sensasi terbang bersama seekor burung dan mendatangi Batavia, kota tersohor dan penting di Asia Tenggara pada masa itu.

Batavia menjadi kota penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. Sewaktu Jan Pieterszoon Coen ditunjuk memegang jabatan Gubernur Jenderal VOC pada pertengahan tahun 1618, dia langsung mempersiapkan diri menguasai Jayakarta.

Jayakarta adalah salah satu bandar dagang paling sibuk di Kepulauan Nusantara kala itu. Coen melihat peluang Jayakarta bisa menjadi kota pesisir yang ramai karena lokasinya yang strategis.

Coen ingin memindahkan pusat kegiatan VOC ke Jayakarta yang sebelumnya bernama Sunda Kelapa dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Ini adalah kerajaan Sunda yang berpusat di Bogor dan eksis hingga tahun 1579.

Pada 30 Mei 1619, Coen berhasil mewujudkan keiginannya. Dengan mengerahkan ribuan pasukan VOC, kota pelabuhan milik Kesultanan Banten itu berhasil direbut. VOC menguasai Jayakarta.

Coen kemudian mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia, dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan VOC di Nusantara. Pengukuhan nama Batavia berlangsung pada 4 Maret 1621, sekaligus membentuk pemerintahannya.

Dari Batavia inilah kemudian VOC dan Belanda mengendalikan Nusantara hingga berabad-abad sesudahnya. Kota ini kemudian memberi pengaruh penting di kawasan Asia Tenggara.

Banyak rekonstruksi kondisi Batavia kala itu melalui foto dan grafis. Namun “Batavia 1627 VR” dalam pameran yang digelar di kota kelahiran Coen itu, mampu membawa kita menikmati kondisi Batavia saat itu dalam tampilan 3D.

Cuplikan videonya dapat dilihat disini:

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com