Tradisi “Pondok Haid” Mengakibatkan Wanita Meninggal Dunia

2 mins read
3

MANADO, ZONAUTARA.com – Di Nepal memiliki tradisi dimana wanita akan diasingkan dari rumah dan dipaksa tinggal di sebuah pondok selama mengalami masa menstruasi.

Mereka menganggap, wanita yang sedang haid sebagai orang yang tidak murni.

Di lansir dari dailymail pada Senin (7/1/2018), di sebuah desa terpencil di Nepal ditemukan wanita tewas di sebuah gubuk.

“Wanita berusia 21 tahun ini diyakini meninggal karena menghirup asap dari api yang diterangi di gubuk untuk tetap hangat dalam suhu beku di desa pegunungan,” kata administrator pemerintah Tul Bahadur Kawcha.

Baca Pula:  Alfa Omega Tower, a New Icon of Tomohon City

Tradisi ini terus terjadi meskipun tahun sebelumnya, anggota parlemen telah mengeluarkan undang-undang yang mengkriminalkan praktik yang memaksa wanita menstruasi untuk diasingkan rumah mereka.

Di bawah undang-undang, siapa pun yang masih memberlakukan kebiasaan ini akan menghadapi hukuman penjara tiga bulan dan denda $ 30.

Praktik yang dikenal sebagai chhaupadi, telah menjadi sorotan setelah adanya dua wanita meninggal tahun lalu saat tidur di gubuk.

Dan sampai saat ini, banyak wanita yang sedang haid masih dipaksa meninggalkan rumah mereka karena tradisi Hindu kuno itu dan berlindung di gubuk yang tidak higienis atau tidak aman ataupun tinggal di kandang sapi sampai siklus bulanan mereka berakhir.

Baca Pula:  Manado City Has Launched Garbage Bank

Sementara diasingkan secara terpisah, beberapa wanita menghadapi demam pahit atau serangan binatang liar. Wanita yang memiliki menstruasi atau yang baru saja melahirkan dianggap tidak murni atau sebagai pembawa nasib buruk.

Mereka dilarang menyentuh ternak dan laki-laki, dan biasanya dicegah saat ingin menggunakan fasilitas toilet.

Pengasingan mereka ke ‘pondok haid’ sering berarti bahwa mereka juga tidak dapat pergi ke sekolah.

 

Editor: Eva Aruperes


KONTEN KERJASAMA ZONAUTARA dengan RCTI+

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com