Connect with us

Serba Serbi

Anak-anak Se-GMIM Antusias Mengikuti Pawai Paskah

Published

on

Salah satu kontingen yang mengikuti pawai Paskah. (Foto: zonautara.com/Tonny Rarung)

MANADO, ZONAUTARA.com – Ribuan guru dan anak sekolah minggu (ASM) membanjiri Lapangan Sparta Tikala untuk mengikuti Paskah Raya dan Hari Anak GMIM, Sabtu (14/4/2018).

Kegiatan yang diawali dengan ibadah pembukaan, dilanjutkan dengan Pawai Paskah yang finish di Pohon Kasih Kawasan Megamas Manado berlangsung meriah dengan semangat dari anak-anak.

Dalam prosesi Pawai Paskah, anak-anak terlihat sangat antusias saat berjalan sambil bernyanyi. Ada yang membawa bendera dan melakukan atraksi didampingi guru sekolah minggu dan orang tua.

Ada banyak atraksi yang ditampilkan oleh Komisi Pelayanan ASM jemaat maupun wilayah. Seperti, atraksi marching band, tarian kabasaran cilik, prosesi Pikul Salib, dan juga ASM yang menggunakan kostum unik, seperti malaikat, kostum tentara, dan tokoh-tokoh Alkitab.

Sampai di lokasi finish pun, sebagian besar anak-anak masih terlihat semangat walau kondisi cuaca sempat hujan.

zonautara.com

Kabasaran cilik beratraksi di depan panggung finish (Foto: zonuatara.com/Tonny Rarung)

Ketua ASM Sinode GMIM Michael Mait dalam sambutannya mengatakan, hari ini adalah momentum Hari Anak GMIM, dimana anak-anak merupakan bagian indah dan penting dari perjalanan gereja.

“Kiranya anak-anak mendapatkan tempat terbaik di manapun mereka berada, baik itu di rumah, lingkungan sekolah dan lingkungan bermain, serta gereja,” ungkap Michael.

Michael atau biasa dipanggil Engku Michael mengajak kepada semua anggota jemaat bahkan masyarakat untuk saling bergandengan tangan dalam mewujudkan lingkungan yang aman bagi anak.

Tampak dalam kegiatan ini, Wakil Walikota Manado Mor Bastiaan dan Ibu Wakil Walikota Imelda Bastiaan Markus selaku Ketua Umum Panitia turut mengambil bagian berjalan kaki dalam Pawai Paskah dan langsung begabung di panggung finish setelah mengikuti pawai bersama ASM.

Ketua panitia Imelda berharap, dengan adanya kegiatan Pawai Paskah dan Hari Anak GMIM ini, anak-anak diharapkan dapat mengerti jelas tentang kematian sampai Kebangkitan Yesus. Sehingga anak-anak ini bisa menjadi saksi Kristus.

“Dengan harapan, kegiatan ini juga menjadi suatu hiburan baru bagi anak-anak yang ada di kabupaten/kota di Sulawesi Utara,” ujar Imelda.

 

Editor: Eva Aruperes

Serba Serbi

Tengkorak Yaki berbahan fiber ini dijual murah

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Upaya menjaga kelestarian dan semangat mengangkat budaya lokal yang berjalan beriringan, memberikan inspirasi kreatif bagi Renaldo Kumendong. Tari Kabasaran yang makin digandrungi kalangan generasi muda tentu membuat permintaan aksesoris untuk melengkapi hiasan kostum jadi sangat dibutuhkan.

Aldo, demikian sapaan akrabnya, mengganggap aksesoris Kabasaran yang tertentu tak harus asli. Kalau semuanya harus asli, seperti tengkorak yaki (macaca nigra), justru bisa merusak kelestarian ekosistem.

“Kalau ada grup Kabasaran yang baru dibentuk, misalnya anggotanya ada 6 orang, berarti akan ada 6 yaki yang diburu. Semangat mengangkat budaya lokal Minahasa sudah baik, tapi tindakan memburu satwa yang dilindungi itu tidak terpuji. Itulah mengapa saya bereksperimen dengan membuat tengkorak yaki dari bahan fiber,” kata Aldo, yang juga pentolan Sanggar Vox Teater Club.

Harga satu tengkorak yaki dijualnya murah, yaitu hanya Rp 100.000. Untuk bahan, fiber cair dipesannya dari Surabaya karena di Manado belum dijual. Ia mencampurkan fiber cair dengan satu bahan lagi yang dirahasiakan untuk membuat hasil cetakan jadi sangat kuat.

Proses pembuatannya tidak lama. Malah, imbuhnya, kalau ada yang ingin memesan, bisa ditunggu karena hanya memakan waktu 10 menit pengerjaannya. Sebenarnya bukan hanya tengkorak yaki yang bisa dibuat. Aksesoris lain seperti taring juga bisa.

“Selain bisa untuk keperluan aksesoris Kabasaran, tengkorak fiber bisa juga menjadi bahan pajangan yang artistik. Bagi yang tertarik dan ingin memesannya bisa datang ke sekretariat Sanggar Vox Teater Club yang beralamat di SMK Negeri 4 Manado,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com