Connect with us

ZONAPEDIA

Tradisi Unik Ramadhan Dari Berbagai Negara di Dunia

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Bulan Ramadhan selalu menjadi bulan yang paling dinantikan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Setahun rasanya lesap begitu saja, saat Ramadhan sudah mendekat. Banyak persiapan, banyak harapan yang kemudian kita ucapkan dan lakukan menjelang Ramadhan.

Di Indonesia, terutama yang sering dilakukan oleh suku Jawa, orang-orang akan melakukan nyadran atau berziarah ke makam-makam leluhur pada seminggu terakhir menjelang Ramadhan. Juga ada tradisi mandi-mandi di sumber air.

Di Gorontalo, ada tradisi Tumbilotohe, atau di Bolaang Mongondouw disebut Monutul. Sebuah tradisi menyalakan lampu yang banyak di tiga malam terakhir bulan Ramadhan.

Di Pekanbaru, ada ritual yang bernama Petang Megang, di mana para penduduk beramai-ramai mandi bersama di Sungai Siak. Mereka tak hanya sekadar mandi di sungai, pada saat yang sama, anak-anak juga berlomba berebut telur dan bebek yang sengaja dilepas untuk dikejar. Bisa dibayangkan ya, betapa ramainya.

Itu baru saat menjelang Ramadhan. Saat sudah menjalankan puasa pun, ada banyak tradisi unik dijalani oleh para umat muslim di dunia.

1. Arab Saudi
Kita mulai dari pusatnya umat muslim dunia ya, yaitu Arab Saudi.
Arab Saudi memiliki sebuah meriam Ramadhan yang digunakan sebagai tanda masuknya bulan suci Ramadhan di Makkah Al-Mukarramah. Saat sudah memasuki bulan Ramadhan, meriam ini juga akan dibunyikan sebagai tanda berbuka puasa, waktunya sahur, waktu Imsak, dan juga akan dibunyikan pada akhir masa Ramadhan sebagai tanda masuknya tanggal 1 Syawal.

Selama Ramadhan, meriam ini akan diletakkan di salah sebuah gunung yang juga bernama Gunung Meriam. Setelah Ramadhan berlalu, meriam tersebut akan dikembalikan lagi ke Aziziyah, disimpan hingga bulan Ramadhan berikutnya tiba.

Tradisi unik lain saat Ramadhan di Arab Saudi adalah digelarnya taplak meja sepanjang 12.000 meter di areal Masjidil Haram untuk berbuka bersama warga Arab Saudi. Tak kurang setengah juta riyal Arab Saudi, atau setara dengan Rp1,2 miliar, dikeluarkan oleh kerajaan Arab Saudi dan juga para donatur tetap untuk menggelar acara berbuka bersama ini setiap harinya.

2. Palestina
Di Palestina, ada iftar atar, yaitu buka puasa massal yang dihadiri oleh tak kurang dari 3.000 orang penduduk Palestina. Mereka berkumpul dan kemudian bersama-sama menikmati hidangan berbuka dengan falafel, yaitu sejenis kudapan yang terbuat dari sejenis kacang-kacangan yang disebut chickpea yang rasanya manis.

Selama bulan Ramadhan pula, para penduduk menambahkan lampu-lampu di rumah dan di sepanjang jalanan kota, hingga membuat suasana begitu indah dan syahdu.

3. Mesir
Saat Ramadhan menjelang tiba, para penduduk Mesir memasang lampu fanous, yang sering disebut sebagai lentera Ramadhan, yaitu lampu gantung yang indah sekali di dinding luar rumah mereka. Karena itu, kalau di sini orang berbondong-bondong beli sirup menjelang Ramadhan, di Mesir orang akan berbelanja lampu fanous saat Ramadhan hampir tiba.

Lampu fanous ini ternyata mempunyai arti tersendiri lho, yaitu selain sebagai ungkapan kegembiraan menyambut Ramadhan, lampu ini juga merupakan simbol bulan Ramadhan itu sendiri yang merupakan sumber cahaya kehidupan kita.

Setelah setahun kita selalu sibuk dengan urusan-urusan duniawi, datanglah bulan Ramadhan dengan lampu-lampunya yang bakal mengawal langkah kita menuju jalan yang lebih terang, yang dalam bahasa Al Quran disebut dengan nama “Taqwa”.

4. India
Warga negara India memang tidak mayoritas beragama Islam, namun suasana Ramadhan tetap kental terasa di beberapa daerah. Mereka menyebut Ramadhan dengan Ramazan.
Penduduk muslim India punya tradisi untuk membersihkan rumah menjelang Ramadhan. Hmmm, hampir sama ya dengan Indonesia.

Acara bersih-bersih rumah ini tentu saja punya tujuan agar saat bulan Ramadhan tiba, mereka bisa beribadah dengan khidmat, Ma. Tradisi unik lain menjelang Ramadhan adalah tradisi para pria yang menghias mata mereka dengan celak, atau yang sering disebut kohl.

Selama Ramadhan, penduduk muslim India akan berbuka puasa dengan mengonsumsi minuman khusus yang terbuat dari kacang-kacangan di saat sahur, Ma. Minuman ini disebut harir. Untuk berbuka, mereka akan mengonsumsi buah-buahan, kurma ataupun jus. Tak ketinggalan ada hidangan khas yang disebut ganghui, yaitu sejenis sup yang dibuat dari terigu, beras, dan potongan-potongan daging. Menu favorit orang-orang India juga ada, yaitu bihun.

5. Turki
Negara yang berada di dua benua ini mempunyai tradisi yang hampir sama dengan Indonesia.

Ada tetabuhan yang membangunkan sahur keliling kota. Sedangkan saat berbuka, biasanya hidangan di meja makan akan didominasi oleh roti pide, yang sering disebut sebagai pizza-nya Turki karena punya formula adonan yang hampir sama dengan pizza dari Italia itu. Pun ‘lauk’nya juga bisa bermacam-macam, bak pizza dengan aneka topping-nya.

6. Jepang
Meski Islam bukanlah agama mayoritas yang dipeluk oleh penduduk Jepang, namun tak berarti kemeriahan menyambut Ramadhan jadi berkurang, Ma. Tradisi umat muslim di Jepang saat bulan Ramadhan yang paling ditunggu adalah kesempatan untuk berbagi dengan sesamanya.

Biasanya mereka akan berkumpul di Islamic Center Jepang untuk membentuk panitia Ramadhan, yang kemudian bertugas untuk menyusun berbagai acara yang akan diselenggarakan selama bulan Ramadhan.

 

Penulis: Lukman Polimengo

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONAPEDIA

Menyaksikan Batavia, kota tersohor di Asia Tenggara kala itu lewat Virtual Reality

Merasakan sensasi terbang bersama seekor burung mendatangi kota penting dalam sejarah Nusantara.

Published

on

Rekonstruksi visual Batavia. (@wfm.nl / Rob Tuytel)

ZONAUTARA.com – Museum Westfries di Kota Hoorn, Belanda baru saja membuka pameran untuk memperingati 400 tahun sejak Batavia didirikan. Pameran itu berlangsung pada 30 Mei hingga 5 Januari 2020.

Diberi tajuk “Batavia 1627 VR”, para pekerja multimedia dalam pameran itu berhasil menghidupkan Kota Batavia dalam visualisasi virtual reality.

Pengunjung bisa merasakan sensasi terbang bersama seekor burung dan mendatangi Batavia, kota tersohor dan penting di Asia Tenggara pada masa itu.

Batavia menjadi kota penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. Sewaktu Jan Pieterszoon Coen ditunjuk memegang jabatan Gubernur Jenderal VOC pada pertengahan tahun 1618, dia langsung mempersiapkan diri menguasai Jayakarta.

Jayakarta adalah salah satu bandar dagang paling sibuk di Kepulauan Nusantara kala itu. Coen melihat peluang Jayakarta bisa menjadi kota pesisir yang ramai karena lokasinya yang strategis.

Coen ingin memindahkan pusat kegiatan VOC ke Jayakarta yang sebelumnya bernama Sunda Kelapa dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Ini adalah kerajaan Sunda yang berpusat di Bogor dan eksis hingga tahun 1579.

Pada 30 Mei 1619, Coen berhasil mewujudkan keiginannya. Dengan mengerahkan ribuan pasukan VOC, kota pelabuhan milik Kesultanan Banten itu berhasil direbut. VOC menguasai Jayakarta.

Coen kemudian mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia, dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan VOC di Nusantara. Pengukuhan nama Batavia berlangsung pada 4 Maret 1621, sekaligus membentuk pemerintahannya.

Dari Batavia inilah kemudian VOC dan Belanda mengendalikan Nusantara hingga berabad-abad sesudahnya. Kota ini kemudian memberi pengaruh penting di kawasan Asia Tenggara.

Banyak rekonstruksi kondisi Batavia kala itu melalui foto dan grafis. Namun “Batavia 1627 VR” dalam pameran yang digelar di kota kelahiran Coen itu, mampu membawa kita menikmati kondisi Batavia saat itu dalam tampilan 3D.

Cuplikan videonya dapat dilihat disini:

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com