Connect with us

Zona Sulut

Seriusi Kasus Perjalanan ke Rusia, Polres Periksa ASN Pemkab Minahasa

Published

on

MINAHASA, ZONAUTARA.com Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa diperiksa tim penyidik Polres Minahasa, Rabu (15/8/2018).

Pemeriksaan sejumlah ASN tersebut pun terkait pengusutan dugaan kasus korupsi dalam kegiatan keberangkatan rombongan Pemkab Minahasa ke Rusia tahun 2016, yang kian diseriusi oleh Polres tersebut.

“Memang benar mereka diperiksa penyidik di unit Tipikor,” kata Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung.

Menurut dia, pemeriksaan dilakukan terkait dugaan penggunaaan anggaran ke luar negeri yang tidak sesuai peruntukkan.

“Soal ke Rusia dan masih pendalaman,” jelasnya.

Diketahui, sebelumnya Polres telah mengusut keberangkatan ke Rusia oleh Pemkab Minahasa yang dikoordinir Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat. Apalagi dalam keberangkatan itu diikutsertakan Tim Paduan Suara Minahasa Regency Choir, guna mengikuti lomba the 9th World Choir Games.

Keberangkatan tersebut diduga menggunakan APBD Minahasa yang menelan anggaran hingga Rp1,9 miliar.
Polisi pun menduga, jika keberangkatan itu tak sesuai mekanisme.

Sejumlah pejabat Disbudpar Minahasa pun telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik. (K-03)

 

Editor : Christo Senduk

Zona Sulut

GMIM sepakat ambil bagian dalam upaya pelestarian satwa liar dilindungi

GMIM bisa berperan lewat seruan saat khotbah.

Published

on

Foto bersama usai penandatanganan MOU. (YSYSI)

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) menandatangani kesepakatan dengan Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia (YSYI) tentang upaya pelestarian satwa liar dilindungi.

Penandatanganan dokumen kesepakatan itu dilakukan, Kamis 13 Juni 2019 di Kantor Sinode GMIM, Tomohon. Ikut hadir Ketua Sinode GMIM, Hein Arina yang didampangi Sekretaris Sinode GMIM Evert Andri Alfonsius Tangel, Ketua YSYI Yunita Siwi dan Duta Yaki Indonesia, Khouni Lomban Rawung.

YSYI memandang pentingnya peran gereja dalam upaya mengubah pola pikir masyarakat terkait dengan konsumsi dan perdagangan satwa liar yang ada di Sulawesi utara.

“Penurunan populasi satwa liar semakin hari semakin memprihatinkan. Tantangan konservasi di Sulut sangatlah beragam. Untuk itu perlu adanya kerjasama dari semua pihak untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati dari ancaman kepunahan. GMIM adalah salah satu pemegang kunci keberhasilan konservasi di Sulut,” jelas Yunita.

Keterlibatan Gereja diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap satwa liar Sulawesi yang endemik, dilindungi dan hampir punah.

“Tujuan dari kerjasama ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati yang merupakan ciptaan Tuhan, lewat khotbah dan kegiatan konservasi. Gereja telah mendapatkan mandat untuk mengelola, mengusahakan dan memelihara bumi sejak Adam dan Hawa ditempatkan di Taman Eden,” tambah Yunita.

Khouni Lomban Rawung, sebagai Duta Yaki Indonesia, mendorong baik GMIM maupun YSYI bersama-sama tidak lelah dalam menjaga lingkungan, mulai dari penanganan sampah plastik hingga persoalan konsumsi satwa liar yang dilindungi.

Sementara itu, Hein Arina menyambut baik kerjasama ini dan berharap dapat mendukung program lingkungan lainnya seperti pengurangan sampah plastik.

“Kami akan mengeluarkan himbauan untuk tidak mengonsumsi satwa liar dilindungi dalam perayaan hari-hari besar gereja,” kata Arina.

Disaat yang sama diserahkan tumbler dari YSYI dan kantong belanja ramah lingkungan yang terbuat dari jaring asli buatan Kota Bitung dari Duta yaki Indonesia Khouni Lomban Rawung untuk Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, sebagai komitmen untuk mengurangi penggunaan plastik. (**)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com