Connect with us

HEADLINE

MAHORO: Nirwana Eksotis Pantai Berpasir Indah di Sitaro

Jika nyali cukup besar, sempatkan untuk mencoba menelusuri gua sarang burung walet yang berada di sisi pulau.

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.COM — Jika menyebut destinasi wisata bahari di Sulawesi Utara, Taman Laut Bunaken pasti menjadi referensi utama. Padahal banyak destinasi wisata bahari tersebar di kabupaten-kabupaten Nusa Utara yang tidak kalah indahnya.

Nusa Utara adalah wilayah yang mencakup tiga kabupaten kepulauan di bagian ujung utara Sulawesi. Ketiga kabupaten kepulauan adalah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Dulunya tiga kabupaten ini tergabung dalam Kabupaten Sangihe Talaud sebelum dimekarkan.

Di Kabupaten Sitaro (Siau Tagulandang Biaro) sendiri tersimpan banyak potensi wisata bahari, salah satunya adalah Pulau Mahoro dan pulau-pulau di sekitarnya. Pulau Mahoro merupakan pulau kecil yang berada dalam cluster Buhias. Sebuah pulau nan eksotis dengan pasir yang begitu mempesona.

Cluster Buhias sendiri merupakan cluster yang terdiri dari rangkaian beberapa pulau yang seolah tercampakkan di lautan yang mengepungnya. Beberapa pulau sebagian tak berpenghuni, termasuk Pulau Mahoro. Demikian pula pulau-pulau karang lainnya yang menonjol ke permukaan laut, juga tak berpenduduk.

Pulau Mahoro sendiri merupakan titik paling Timur dari cluster Buhias, sehingga menjadikan pulau ini semacam benteng bagi pulau lainnya. Salah satu sisinya langsung berhadapan dengan lautan bebas yang membuat dinding-dinding batunya terhantam ombak. Sementara di sisi lainnya tempat yang sangat tenang, karena di depannya beberapa pulau memagari.

zonautara.com

Suasana sunset di langit sekitar cluster Buhias difoto dari pulau Mahoro. Sitaro. (Foto: zonautara.com/Ronny A Buol)

Pulau indah ini menjadi tempat sangat indah untuk menikmati pemandangan Gunung Api Karangetang yang dijuluki sebagai The Real Volcano, karena aktivitasnya tak pernah berhenti sepanjang tahun. Apalagi jika menanti siraman sinar sunrise ketika menerangi Karangetang. Demikian pula dari pulau Mahoro juga sangat baik untuk menanti sunset yang tenggelam di balik beberapa pulau di depannya, termasuk pulau Tagulandang di kejauhan.

Keindahan Mahoro telah mampu membuat takjub beberapa pelancong yang datang ke pulau itu. Sebut saja Travel Photographer Professional, Ebbie Vebri Adrian yang sudah mendatangi lebih rinuan destinasi wisata di Indonesia.

“Jika saya diminta membuat daftar 10 pantai terbaik di Indonesia, maka pantai Pulau Mahoro masuk dalam daftar tersebut,” ujarnya ketika menginjakkan kaki pertama kali di pulau Mahoro beberapa waktu lalu.

Tim Explore Indonesia Kompas TV termasuk yang dibuat kagum dengan keindahan pulau Mahoro. Host acara itu yang sekaligus vokalis Tangga, Kamga berujar, “Ini luar biasa! pantai ini begitu indah, pasir putihnya tidak terasa panas walau siang terik. Sungguh Mahoro merupakan pantai yang sangat eksotis,” ujarnya terkagum-kagum ketika melakukan pengambilan gambar di Mahoro, beberapa waktu lalu.

Mahoro malah menjadi perbincangan di kalangan traveler internasional, kala acara televisi dari Korea, Law of the Jungle menjadikan lokasi ini sebagai tempat pengambilan gambar. Pasalnya produser acara yang populer itu memboyong beberapa artis Korea untuk shooting di Mahoro.

AKSES KE MAHORO

Untuk menuju Mahoro dari Manado, wisatawan dapat menggunakan transportasi kapal cepat dari pelabuhan Manado menuju pelabuhan Ulu Siau dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Dari pulau Siau, wisatawan dapat menyewa speed boat atau perahu besar. Akses dari Manado juga bisa ditempuh lewat trip dengan kapal regular yang berangkat sore, atau lewat Bitung dengan kapal feri.

Sangat disarankan untuk membawa makanan dan minuman, serta perlengkapan bertenda jika berkeinginan untuk bermalam di Mahoro. Sebab pulau ini tanpa sarana apapun, karena memang tidak berpenghuni, tetapi menjadikan suasana berwisata terasa sangat alami.

zonautara.com

Gunung Api Karangetang di pulau Siau terlihat dari arah pulau Mahoro, Sitaro. (Foto: zonautara.com/Ronny A. Buol)

Lengkapi pula dengan peralatan snorkling atau menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut di sekitar pulau Mahoro. Jika nyali cukup besar, sempatkan untuk mencoba menelusuri gua sarang burung walet yang berada di sisi pulau. Goa tersebut sebagian terendam air. Dan di ujung sisi pulau lainnya terdapat karang bolong yang menggoda untuk dilewati. Hati-hati dengan hantaman ombak yang kadang tak terduga.

Dan jika beruntung, wisawatan bisa juga menangkap ikan dengan jala bersama nelayan yang sering mampir di Mahoro. Orang Siau, menyebutnya basoma. Sungguh perjalanan yang lengkap, jika sesudah itu acara bisa dilanjutkan dengan bakar ikan hasil tangkapan sambil menikmati kepulan asap dari kawah Karangetang di kejauhan.

 

Informasi Tambahan:

  • Jadwal Kapal Cepat dari Manado: Setiap hari tersedia, berangkat pukul 09.00 WITA, mampir di pelabuhan Tagulandang. Tiba di pelabuhan Siau sekitar pukul 14.00 WITA.
  • Jadwal Kapal Regular dari Manado: Setiap hari tersedia (kecuali Minggu), berangkat pukul 17.00 WITA dan tiba di Siau sekitar pukul 02.00 WITA.
  • Di Siau sudah terdapat Dive Centre yang menyediakan peralatan dive dan Snorkling termasuk guidenya.
  • Untuk akomodasi tersedia Hotel Jakarta di Ulu dan beberapa Penginapan yang nyaman.
  • Belum ada perahu secara regular ke Mahoro, pintar-pintarlah menawar harga ke penyedia jasa perahu sewaan. Kebanyakan mereka adalah nelayan.
  • Di Ulu terdapat banyak warung makan dengan berbagai pilihan. Jika ke Mahoro dan berkeinginan menginap di sana, beli makanan siap saja di Ulu, termasuk air minum.

 

Editor: Ronny Adolof Buol

HEADLINE

Walau belum masuk Indonesia, cacar monyet perlu diwaspadai

Virus penyakit ini menular dari hewan ke manusia.

Published

on

Foto: pexels.com

ZONAUTARA.com – Pada 8 Mei lalu, seorang pria berkebangsaan Nigeria yang berusia 38 tahun dipastikan terinfeksi cacar monyet. Ini kasus infeksi monkey pox pertama kali yang terdeteksi di Singapura.

Pria tersebut tiba di Singapura pada 28 April. Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura, menyebut telah mengkarantina pasien itu di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura.

Monkey pox adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus, ditularkan ke manusia dari hewan terutama di Afrika tengah dan barat. Proses perpindahan virus terjadi saat seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi seperti tikus.

Meski namanya adalah cacar monyet, penyakit ini sebetulnya bukan berasal dari monyet, melainkan dari hewan pengerat seperti tikus dan tupai.

Virus ini teridentifikasi pertama kali pada tahun 1958 dan kasus infeksi ke manusia pertama kali terjadi di Kongo pada tahun 1985.

Pasien yang terjangkit monkey pox menunjukkan gejala demam, sakit, pembengkakan kelenjar getah bening, serta ruam kulit. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia atau bahkan kematian dalam beberapa kasus.

Penularan “dari manusia ke manusia”, dapat terjadi karena adanya kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan penderita. Selain itu, bisa pula disebabkan karena terkontaminasi oleh cairan pasien yang terinfeksi.

Belum masuk Indonesia

Kendati sudah terdeteksi di Singapura, namun Kementerian Kesehatan memastikan penularan cacar monyet belum sampai ke Indonesia.

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, mengatakan saat ini pihaknya tengah memperketat pengawasan masuknya orang dari pintu-pintu perbatasan baik dari udara maupun laut.

“Kami sudah siagakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam sebagai salah satu pintu masuk utama dari Singapura. Begitu juga dengan Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang),” ujar Nila di Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa (14/5/2019), sebagaimana dinukil dari Beritagar.id.

Pada lokasi-lokasi tersebut, sambung Nila, telah disiapkan alat pendeteksi suhu tubuh khusus yang mampu memberikan sinyal jika seseorang dalam kondisi yang perlu diwaspadai.

“Bentuknya screening demam, ukur temperatur. Seperti CCTV gitu. Jadi kalau Anda demam dan lewat situ, di layar gambarnya jadi merah-merah gitu ya,” kata Nila.

Walau demikian, Nila mengakui bahwa tak semua pelabuhan dan bandara memiliki alat pendeteksi tersebut.

Namun ia memastikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan rumah sakit khusus untuk perawatan jikalau penyakit itu pada akhirnya berhasil masuk ke Indonesia.

Setidaknya ada dua tempat perawatan yang sudah disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi jika ada pasien yang tertular. Dua tempat perawatan itu adalah RSUD Embung Fatimah dan RS Otorita Batam (BIFZA).

Menkes juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan pola hidup lantaran penyakit ini bisa menular apalagi jika daya tubuh sedang menurun.

Satu hal yang perlu masyarakat ketahui, kata Nila, vaksin untuk penyakit ini belum ditemukan. Sebaliknya, karena penyakit ini disebabkan oleh virus, maka yang perlu dikhawatirkan adalah penyebaran bisa begitu mudah dan cepat. Maka langkah terbaik adalah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Vaksin ini spesifik untuk satu penyakit. Jadi kita harus menemukan vaksin cacar monyet. Bukan vaksin yang lain. Sampai sekarang seperti ebola atau penyakit lain juga belum ditemukan vaksinnya,” tukasnya.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement

Trending