Loading...
Copy

Warga Keluhkan Kartu Indonesia Pintar Kepada Angouw

MANADO, ZONAUTARA.com – Setelah sebelumnya melaksanakan reses di kelurahan Malendeng, Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Andrei Angouw menjalani masa reses ke II tahun 2018 di Kelurahan Taas dan Kelurahaan Bengkol, Minggu (26/8/2018).

Banyak aspirasi diterima oleh Angouw, di antaranya soal Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dipertanyakan oleh Yenni Pilander, warga Taas. Menurut dia, anaknya memiliki KIP tapi tetap melakukan pembayaran di sekolah.

“Bahkan anak saya belum bisa mengambil ijazah karena belum membayar uang SPP,” keluhnya.

Warga lingkungan VI, Jeffry Sambul juga meminta Pemerintah Provinsi membuatkan tanggul untuk menghalangi buangan air dari jalan ringroad yang sangat banyak volumenya saat curah hujan cukup tinggi.

“Wilayah kami sering jadi sasaran aliran air hingga imba banjir harus kami terima,” katanya.

Sedangkan di Bengkol, Angouw juga menerima keluhan soal daerah aliran sungai (DAS) yang melewati daerah tersebut hingga jadi rawan banjir saat hujan turun.

“Kami berharap Pak Andrei Angouw memperjuangkan pembangunan bronjong di sekitar DAS. Agar saat musim hujan kami tidak terkena banjir lagi,” ujar warga Jackson Papendang.

Dia juga meminta Angouw memperjuangkan penerangan jalan di Bengkol yang masih sangat kurang.

“Kalau malam hari, daerah kami gelap gulita. Mohon kiranya diperjuangkan agar pemerintah memasang lampu-lampu jalan,” tambahnya.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Andrei Angouw menyatakan, akan segera mengoordinasikannya dengan Balai Sungai dan Balai Jalan, karena apa yang dikeluhkan warga Bengkol dan Taas domain kewenangannya ada di dua instansi vertikal tersebut.

“Hal ini sama dengan apa yang disampaikan warga Malendeng saat saya reses di sana. Setelah saya konsultasikan dengan Balai Jalan terkait buangan air dari Ring Road langsung di tanggapi oleh begitu juga dengan masalah bronjong di Bengkol,” jawabnya.

Sedangkan soal Kartu Indonesia Pintar, Bendahara DPD PDIP Sulut itu berjanji, akan segera berkoordinasi dengan Komisi terkait, yakni Komisi IV bidang Kesra serta Dinas Pendidikan Daerah.

“Semua aspirasi akan segera ditindaklanjuti jika itu domain propinsi, untuk yang lain yang bukan domain propinsi akan ditampung dan dikonsultasikan dengan instansi terkait,” tukas Angouw. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.