Connect with us

HKAN 2018

140 Personel Polres Bitung Amankan HKAN 2018

Published

on

zonautara.com

BITUNG, Zonautara.com – Kegiatan Jambore Nasional Konservasi Alam dan Pameran Konservasi Alam dan Produk Unggulan, dibuka Selasa (28/8/2018).

Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2018 ini, dilaksanakan di TWA Batuputih, Kecamatan Ranowulu, Bitung.

Guna menunjang keamanan kegiatan ini, Kepolisian Resor (Polres) Kota Bitung, menerjunkan ratusan personilnya.

Seperti yang dijelaskan Wakapolres Bitung, Kompol Adi Saptia Sudirna, yang didampingi Kabag Ops, Kompol M Makfud, saat ditemui zonautara.com, dilokasi pelaksanaan kegiatan.

“Kami benar-benar all out menjaga keamanan jalannya kegiatan yang berskala nasional ini. Personil yang kami terjunkan sebanyak 140 anggota,” ujar Sudirna.

Menurutnya, personil keamanan yang diterjunkan bertugas mengamankan seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan, yang rencananya akan berakhir Jumat (31/8).

“Setiap hari kami menerjunkan sebanyak 40 personil, secara bergantian,” ujar Sudirna.

Dia menambahkan bahwa kehadiran anggota pengamanan, juga diback up langsung oleh satuan jajaran yakni Polsek setempat.

Meski demikian, peran serta aktif dari masyarakat untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif, sangatlah diperlukan.

“Meski kami sudah terjun dengan kekuatan penuh, namun diharapkan peran aktif warga dan peserta HKAN, agar turut menjaga situasi untuk tetap kondusif, ” kata Sudirna.

Dengan demikian, diharapkan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini, bisa berlangsung dengan baik dan aman.

 

Editor: Ronny Adolof Buol

HKAN 2018

Gubernur Sulut Terima Penghargaan Dari Menteri LHK

“Kami sudah menutup 42 tambang supaya pelestarian alam lebih baik,” beber Olly.

Published

on

zonautara.com

BITUNG, ZONAUTAR.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memberikan penghargaan kepada Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, pada puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018, Kamis (30/8/2018).

Penghargaan itu diserahkan atas peran aktif Olly dalam penguatan fungsi pengelolaan Taman Nasional Bunaken dan melaksanakan konservasi ex situ Jalak Bali dan Rusa tutul.

“Saya mengapresiasi Bapak Gubernur yang sangat gigih melestarikan alam. Ini harus menjadi sikap hidup dan budaya bangsa,” ucap Menteri LHK.

Menurut Siti, kampanye konservasi alam harus terus menerus digaungkan oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Kehidupan manusia tergantung pada alam, pada sumber daya yang dihasilkan oleh ekosistem alam. Bila semua itu rusak atau musnah pasti berpengaruh kepada kehidupan kita juga,” tandas Siti..

Olly sendiri dalam sambutanya menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulut sangat mendukung upaya konservasi, melalui upaya pelestarian alam dengan mengakomodir kawasan hutan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Utara.

“Kita maknai momentum peringatan Hari Konservasi Alam Nasional ini dengan mensyukuri karunia Tuhan akan anugerah sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang melimpah serta diwujudkan melalui upaya konservasi guna menjaga kelestarian alam dan kesinambungan daya dukung lingkungan, sebagai warisan untuk generasi mendatang,” kata Olly.

Olly menuturkan, komitmen untuk menjaga kelestarian alam Sulut telah dibuktikannya dengan tidak menerapkan izin tambang, baik dalam bentuk Kontrak Karya (KK) maupun Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang luasnya dibawah 2.000 meter persegi, serta pencabutan IUP.

“Kami sudah menutup 42 tambang supaya pelestarian alam lebih baik,” beber Olly.

Menurut Olly, dicabutnya puluhan izin tambang itu berdampak positif pada eksistensi kawasan konservasi serta keanekaragaman hayati yang ada di Sulut karena telah memberikan berbagai manfaat antara lain, ekosistem pendukung jasa lingkungan air dan pariwisata.

Salah satu contoh nyata dari manfaat tersebut adalah berkembang pesatnya sektor pariwisata Sulut yang sangat mengandalkan segala potensi keindahan alam serta keanekaragaman hayatinya.

“Kami juga sedang membangun ekowisata. Sektor pariwisata merupakan salah satu leading sektor pembangunan di Sulut. Selama tiga tahun terakhir, terjadi peningkatan yang signifikan terkait jumlah kunjungan wisatawan ke Sulut,” ungkap Olly.

Pencapaian positif sektor pariwisata itu berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulut meskipun harga sebagian komoditas unggulan Sulut seperti kopra, cengkih dan pala sedang turun.

“Selama tahun 2015 sampai tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Sulut selalu berada pada angka diatas 6 persen atau lebih tinggi dari Pertumbuhan Ekonomi Nasional yaitu 5 persen,” kata Olly.

Kinerja perekonomian Sulut tahun 2017 yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2017 mencapai Rp. 110,16 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp. 79,49 triliun.

Adapun PDRB perkapita mencapai Rp. 44,76 juta rupiah. Ekonomi Sulut tahun 2017 tumbuh 6,32 persen atau menguat dibandingkan tahun 2016 sebesar 6,17; dan jauh lebih baik dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 6,12%.

Pertumbuhan ekonomi tersebut juga berdampak pada menurunnya angka kemiskinan. Persentase tingkat kemiskinan Sulut berada di bawah tingkat kemiskinan nasional yang berada pada range 10 – 11 persen. Bahkan di wilayah Pulau Sulawesi, kemiskinan di Sulut adalah yang paling rendah.

Selain itu, pada HAKN 2018 dilakukan penandatanganan pernyataan konservasi alam oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Pernyataan itu adalah komitmen menjadikan konservasi alam sebagai sikap hidup dan budaya bangsa Indonesia.

Agenda HKAN 2018 turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Sulut, Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Walikota Bitung, Max Lomban dan para peserta peringatan HAKN 2018 dari seluruh Indonesia.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com