Connect with us

Politik dan Pemerintahan

Warga Paal IV Mengadu Dana Kompensasi Banjir 2014

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Dana kompensasi banjir tahun 2014 yang dijanjikan pemerintah untuk warga Paal IV tak kunjung dicairkan hingga saat ini. Warga pun mempertanyakan hal ini kepada anggota DPRD Sulut Amir Liputo.

Menurut dia, pengeluhan warga ini menjadi aspirasi yang terjaring saat dia turun reses di wilayah tersebut, Minggu (25/8/2018) lalu.

“Ternyata menurut warga masih banyak yang belum mendapatkan dana kompensasi banjir dari pemerintah,” ungkapnya.

Warga juga mempertanyakan bantuan-bantuan langsung bagi masyarakat tidak mampu, antara lain adalah PKH. Liputo mengatakan, warga kecewa yang mendapatkan bantuan bukan warga miskin yang seharusnya dibantu.

“Masyarakat mengeluh tidak ada kriteria jelas soal warga miskin. Hingga yang menerima, banyak yang tidak tepat sasaran,” tandas Liputo.

Selain itu, masalah pemeliharaan infrastruktur, khususnya jalan-jalan lorong juga dikeluhkan warga.

“Warga juga mengeluhkan soal pemadaman listrik, yang menurut mereka walaupun Sulut sudah punya kapal pembangkit listrik tapi pemadaman masih terus terjadi. Belum lagi air PAM yang menurut warga sering mati dan air yang mengalir becek,” tambah Wakil Ketua Komisi III bidang Pembangunan itu.

Politisi PKS itu pun berjanji, aspirasi yang diterima akan diperjuangkan sesuai kewenangan.

“Yang provinsi akan diperjuangkan di DPRD dan Pemprov Sulut, sedangkan untuk kewenangan kabupaten/kota akan disampaikan pada Pemkot Manado,” kunci legislator yang dikenal vokal memperjuangkan aspirasi rakyat kecil ini. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Politik dan Pemerintahan

Amerika Serikat dan Indonesia perluas kolaborasi untuk tanggulangi HIV/AIDS

Lebih dari 600 ribu orang di Indonesia hidup dengan HIV/AIDS.

Published

on

(Foto: US Embassy - Jakarta Press Office)

JAKARTA, ZONAUTARA.com – Pemerintah Amerika Serikat melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan perusahaan perawatan kesehatan global Abbott bekerja sama untuk mendukung Indonesia dalam meningkatkan akses terhadap layanan diagnostik dan pengobatan HIV/AIDS yang berkualitas bagi mereka yang membutuhkan.

Lebih dari 600.000 orang di Indonesia hidup dengan HIV/AIDS dan tingkat penularan tetap tinggi di antara berbagai kelompok kunci. Indonesia berkomitmen untuk mengendalikan epidemi ini dengan mencapai target PBB yaitu UN 90-90-90 Treatment for All Targets demi memastikan bahwa HIV tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.

Abbott dan USAID akan mempercepat kemajuan Indonesia dalam mencapai target dengan menyediakan teknologi dan sumber daya yang dibutuhkan sehingga lebih banyak orang yang bisa menjalani tes HIV, dengan fokus khusus pada Jakarta dimana kasus HIV sangat terkonsentrasi.

“Sangat istimewa bisa bekerja dengan USAID untuk mendukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk membantu mencapai target 90-90-90 Indonesia dan menanggulangi HIV/AIDS secara efektif.,” kata General Manager for Abbot’s molecular diagnostics business, Asia Pacific, Molecular Diagnostics Mahesh Natarajan.

Menurut Natarajan, Abbott selalu menjadi inovator awal, bergerak cepat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan seperti mengembangkan tes HIV pertama di dunia. Sejak tahun 1994, Global Viral Surveillance Programme dari Abbott melacak HIV di enam benua untuk membantu tes mereka mengimbangi perkembangan virus ini. Pengetahuan teknis dan tes diagnostik inovatif Abbott akan membantu jaringan laboratorium rujukan nasional di Indonesia mencari terobosan dalam pencegahan, diagnosis, dan pengobatan HIV.

“USAID mengakui komitmen tegas Indonesia untuk memastikan setiap orang di Indonesia yang hidup dengan HIV/AIDS memiliki kesempatan yang sama untuk panjang usia, sehat, dan produktif. Dengan visi yang sama, kami bangga dapat menjalin kemitraan baru bersama Abbott. Bersama-sama, kami akan memperkuat kemampuan laboratorium Indonesia untuk menyediakan diagnosis HIV/AIDS yang berkualitas — langkah ini penting untuk membawa pasien mendapatkan pengobatan dan kesehatan yang baik,” kata Direktur USAID Indonesia, Erin E. Mckee.

Dalam mendukung Strategi Laboratorium Nasional Indonesia, kerja sama antara USAID dan Abbott memajukan kemandirian Indonesia dalam layanan diagnostik dan pengobatan HIV/AIDS dengan memanfaatkan kemampuan dan komitmen sektor swasta untuk menciptakan solusi yang inovatif, dinamis, dan berkelanjutan.

Kerja sama ini hanyalah salah satu dari serangkaian inisiatif Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia dalam bidang kesehatan yang menunjukkan luasnya peran AS dalam Kerjasama Strategis AS-Indonesia.

USAID adalah badan pembangunan internasional utama di dunia dan katalisator dalam mendorong hasil-hasil pembangunan. USAID telah bekerja sama dengan Indonesia dalam penanggulangan HIV/AIDS selama lebih dari 15 tahun untuk mendekatkan pengobatan HIV/AIDS kepada lebih dari 100.000 masyarakat Indonesia.

Sementara Abbott adalah perusahaan perawatan kesehatan terkemuka di dunia yang membantu terciptanya kehidupan yang lebih penuh bagi orang-orang di tiap tahap kehidupan mereka.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com