Connect with us

HEADLINE

Bejat! Bocah 11 Tahun Di Bolsel Diperkosa 2 Pamannya dan Mantan Aparat Desa

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Kejadian kekerasan terhadap anak kembali terungkap di desa Milangodaa Utara, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Kali ini menimpa korban seorang bocah perempuaan berusia 11 tahun, yang diduga dilakukan oleh empat pelaku. Dua diantara pelaku adalah paman korban sendiri.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulut merilis kejadian pemerkosaan itu setelah mendapat laporan dari keluarga korban. LPA Sulut diminta untuk melakukan pendampingan dan penanganan kasus yang sudah ditangani kepolisian ini.

“Ibu korban kini mengalami trauma yang hebat dan membutuhkan penanganan khusus,” kata Ketua LPA Sulut Jull Takaliuang, Selasa (18/9/2018).

Seharusnya, korban bersama ibunya sudah bersama dengan LPA Sulut. Namun saat dalam perjalanan ke Manado, pada Senin (17/8) kemarin, keduanya harus kembali, sebab korban mengalami muntah-muntah di tengah perjalanan.

Kasus kekerasan seksual ini terungkap saat korban selama dua minggu tidak mau lagi ke sekolah. Ketika ditanyakan dan dibujuk oleh ibunya, korban kemudian menceritakan apa yang dialaminya.

Aparat polisi dari Polsek Posigadan kini telah menahan keempat pelaku. LPA Sulut mengapresiasi langkah cepat polisi tersebut.

“Para terduga pelaku harus dihukum sebera-beratnya!,” tegas Takaliuang.

Takaliuang menambahkan para pelaku harus dijerat dengan Undang-undang No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, bahkan jika perlu pelaku harus mendapat tambahan hukuman sepertiga dari masa hukuman yang diputuskan hakim nanti, karena pelaku adalah keluarga dekat korban.

Korban sendiri merupakan anak tertua dari tiga bersaudara yang sudah ditinggal almarhum ayahnya beberapa bulan lalu. Dia dirawat oleh ibunya bersama kedua adiknya. Keseharian, korban sering bermain di rumah salah satu terduga pelaku yang tidak lain adalah saudara kandung ayahnya.

Menurut laporan keluarga ke LPA Sulut, peristiwa terkutuk itu dilakukan pertama kali oleh paman korban pada siang hari sekitar bulan Juli 2018. Saat itu terduga pelaku pulang dari menambang.

Saat itu istri pelaku sedang mencuci baju di sungai dan korban tertidur di salah satu kamar di rumah pelaku. Melihat korban yang sedang tertidur, pelaku yang bernama OS langsung memperkosa korban.

Usai melakukan perbuatan bejatnya, teman pelaku bernama CP memergoki tindakan pelaku. CP yang juga penambang, bukannya memarahi pelaku dan menolong korban malah ikut memperkosa korban yang sudah dalam kondisi tidak berdaya dan ketakutan.

Sekitar tiga hari kemudian, para pelaku yang berjumlah empat orang usai berpesta minuman keras kembali memperkosa korban di rumah OS. Kali ini dua pelaku lainnya yakni AP dan P yang merupakan mantan aparat desa setempat ikut dalam perbuatan terkutuk itu. AP juga merupakan paman korban.

Dari pengakuan korban kepada ibunya, setelah itu, sepanjang bulan Juli hingga Agustus, keempat pelaku terus secara bergantian memperkosa korban.

LPA Sulut bertekad mengawal proses hukum kasus ini dan berharap para pelaku mendapat hukuman yang paling berat. Bahkan jika memungkinkan, selain hukuman penjara, LPA Sulut meminta dukungan Lembaga Perlindungan Saksi Korban untuk mendukung korban dan keluarga mendapatkan keadilan, termasuk bisa menghitung tuntutan restitusi.

Editor: Ronny Adolof Buol

 

Ralat: Sebelumnya disebutkan bahwa dua dari pelaku adalah aparat desa. Koreksi dilakukan oleh LPA Sulut, bahwa yang dimaksud adalah mantan aparat desa. Pembetulan telah dilakukan.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

HEADLINE

Kami melaporkan kebenaran dalam 3 laporan mendalam

Ada tiga tema laporan mendalam kami yang sudah tayang dalam sepekan ini, yaitu Dana Desa, Sampah, dan Dugaan Korupsi Miangas.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Sebagai media – kata Noam Chomsky – yang independen dan berkomitmen untuk menemukan dan melaporkan kebenaran, Zona Utara pada usia yang masih hijau terus mencari formula jurnalistik yang pas jadi bacaan publik.

Ada tiga tema laporan mendalam kami yang sudah tayang dalam sepekan ini, yaitu Dana Desa, Sampah, dan Dugaan Korupsi Miangas. Melalui laporan mendalam itu, Zona Utara berusaha menjadi media yang tak sekadar menyajikan berita serta ingin menunjukkan sesuatu, meski secara teknis barangkali belum tuntas akibat desakan deadline yang tak bisa ditawar lagi.

“media are independent and committed to discovering and reporting the truth, and that they do not merely reflect the world as powerful groups wish it to be perceived.”

Noam Chomsky dalam Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media

Terima kasih untuk Aliansi Jurnalis Independen (lebih familiar dengan singkatannya: AJI) yang memberikan kesempatan emas melalui program Beasiswa Liputan Better Journalism for Better Accountablity. Para crew Zona Utara bisa belajar dan mengasah kemampuan jurnalistiknya, sekaligus sebagai tempat praktek perkembangan jurnalistik terkini, seperti data driven dan infografis.

Dana Desa di Minsel perlu topangan SDM yang mumpuni, Terus Bergelut Dengan Sampah, dan Telisik jalan lingkar di tapal batas kami hadirkan dalam tulisan yang cukup panjang disertai sajian visualisasi data dan desian visual menarik.

Selamat membaca!

Tabea!

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com