Connect with us

Bencana dan Musibah

Gempa dan Tsunami di Sulteng, Jaringan Komunikasi Putus

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Sulawesi Tengah mengakibatkan jaringan komunikasi di Palu dan Donggala putus.

Beberapa warga merasa khawatir dengan kondisi keluarga mereka yang ada di Palu, namun tidak bisa melakukan hubungan komunikasi.

Group whatsapp Unit SAR Sulawesi Utara (USSU) juga mengkonfirmasi susahnya akses komunikasi ke Palu.

“Belum ada yang bisa dihubungi,” kata Ketua USSU David Malonda, Jumat (28/9/2018).

“Saya juga mencoba menghubungi adik saya di Palu, tapi sepertinya no signal,” ujar Rokcy Koagouw.

Wartawan Kompas.com yang berada di Gorontalo, Rosyid juga melaporkan hal yang sama. Dia mengaku komunikasnya dengan sang istri yang berada di Palu terputus.

Rosyid terakhir kali menghubungi istrinya sekitar pukul 18.00 Wita. Sudah lebih dari 2 jam, dia belum bisa menghubungi istrinya lagi.

Sementara itu BMKG memastikan telah terjadi tsunami di Palu dan Donggala. Tsunami mencapai ketinggian 1,5 meter hingga 2 meter.

Baca: Donggala dan Palu Dilanda Tsunami Hingga 2 Meter

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono memastikan bahwa tsunami terjadi cukup tinggi.

Bencana dan Musibah

Hingga Jumat, guguran lava terus terjadi dari kawah Karangetang

Hingga kini warga masih beraktifitas seperti biasanya.

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Guguran lava masih terus meluncur dari kawah gunung api Karangetang di pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat jarak luncuran lava sejauh 1.000 sampai 1.500 meter pada Jumat (16/8/2019).

Guguran lava itu mengarah ke sungai Sense dan ke sungai Nanitu serta sungai Pangi lebih kurang 1.000 meter.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang di Siau juga mengamati munculnya sinar api setinggi lebih kurang 25 meter.

Dua kawah Gunung Karangetang juga mengeluarkan asap. Asap bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 150 meter di atas puncak kawah utama.

Dari kawah dua, muncul asap dua putih tipis tinggi lebih kurang 50 meter. Tingkat aktivitas Gunung Karangetang masih pada level III atau siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung api Karangetang, Didi Wahyudi P Bina meminta, warga dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekat, juga tidak melakukan pendakian serta beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama. Serta area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada di antara Sungai Batuare dan Sungai Saboang.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com