Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Bencana dan Musibah

Letusan Gunung Soputan Tak Pengaruhi Aktivitas Penerbangan

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com Gunung Api Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) meletus, sekitar pukul 08.47 Wita, Rabu (3/10/2018).

Pos Pengamatan Gunung Soputan PVMBG melaporkan, tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 m di atas permukaan laut. Kolom abu dengan tekanan kuat teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut.

Namun begitu, letusan Gunung Api Soputan ini pun dinyatakan tidak memengaruhi aktivitas penerbangan.

Volcano Observatory Notice of Aviation atau VONA pun dinyatakan Orange. Artinya, erupsi Gunung Soputan tersebut tidak mengganggu penerbangan.

Bandara Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado tetap dinyatakan tetap beroperasi normal. Pasalnya, posisi bandara berada di Tenggara dari Gunung Soputan.

Pihak Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado ketika dikonfirmasi melalui Humas Harold Lontoh membenarkan hal tersebut.

“Terkait aktivitas Gunung Soputan sampai saat ini belum berpengaruh pada penerbangan dari dan ke bandara Samrat. Kami tetap berkoordinasi dengan BMKG, Pusat Volkanologi, serta instansi lain yang terkait aktivitas Gunung Soputan tersebut,” ungkapnya kepada Zona Utara.

 

Editor : Christo Senduk

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Sempat mati mesin, kapal penangkap ikan diselamatkan Basarnas Manado

Published

on

Foto: Basarnas Manado

MANADO, ZONAUTARA.comBoat rescue KN Bimasena dari Kantor Basarnas Manado melakukan operasi pencarian terhadap kapal penangkap ikan KM Norsledi Bahari.

Kapal berawak 25 orang itu sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin, Selasa (7/5/2019) tengah malam. Informasi kehilangan itu masuk ke Kantor Basarnas Manado pada Rabu (8/5) pukul 02.20 WITA.

KN Bimasena kemudian bertolak dari Dermaga Munte, Likupang, Minahasa Utara melakukan pencarian di lokasi perairan laut Sulawesi Utara pada koordinat seperti yang dilaporkan.

Posisi terakhir kapal ikan yang mengalami musibah tersebut berada pada 13 nautical mile (NM) arah timur laut dari Tanjung Batu Kapal, pulau Lembeh, Bitung. Kapal kala itu dalam perjalanan dari pulau Biaro, Sitaro menuju Bitung.

Setelah melakukan upaya pencarian, rescuer Basarnas Manado kemudian menemukan kapal penangkap ikan dengan panjang 30 meter itu pada posisi 39 derajat dari Pelabuhan Bitung pada jarak 25 NM.

Sewaktu ditemukan, KM Norsledi Bahari bersama KN Sinar Bahari II. Kapal yang mengalami mati mesin itu kemudian ditarik menuju Bitung.

“Kapal sudah berhasil diselamatkan, dan semua anak buah kapal dalam keadaan selamat,” ujar Kepala Kantor Basarnas Manado, Gede Darmada, Rabu (8/5).

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending