Connect with us

Zona Tomohon

Ini Tanggapan Legislator Maria Pijoh Soal Retail Modern

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Gerai ritel modern atau minimarket dikabarkan akan bertambah di Kota Tomohon. Terpantau, ada salah satu lokasi yang direncanakan bakal dibangun toko modern tersebut, yakni di Kelurahan Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon Maria Hernie Pijoh.

Menurut politisi Partai Golkar ini, pihaknya sudah sempat membawa persoalan menjamurnya retail modern di Kota Tomohon tersebut dalam pembahasan di DPRD.

“Kami sudah pernah membahasnya dalam pembahasan di DPRD dan kami mengingatkan pada Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), bahwa jangan menjamur Alfamart dan Indomaret di Kota Tomohon,” ujar Pijoh, Rabu (7/11/2018).

Dia menegaskan, toko modern yang ada saat ini di Kota Tomohon sudah sangat berlebihan. Semestinya, kata Pijoh, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Disperindag harus fokus pada pengembangan ratusan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Tomohon.

Sehingga, lanjut dia, masyarakat Tomohon bisa sejahtera dengan usaha sendiri.

“UKM Tomohon tidak mampu bersaing dengan mereka (retail modern). Ini perusahan besar yang mereka sebarkan di daerah-daerah dengan modal miliaran, sementara UKM kita? Harusnya ini tidak perlu terjadi lagi,” sebut Pijoh.

Dia pun menantang para stakeholder terkait untuk berani menolak keberadaan ritel modern ini.

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONA DAERAH

Kebudayaan aset penting dalam pembangunan daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbuda) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Budaya Daerah, dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon, Jumat (19/7/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman yang diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) H.V. Lolowang, hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, masyarakat Tomohon memiliki tradisi dan kearifan lokal budaya yang sangat kaya dan hidup. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan kebudayaan.

Menurut Lolowang, kebudayaan harus dianggap sebagai aset penting yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Masyarakat Tomohon hanya dapat menjadi masyarakat yang besar apabila mampu mewujudnyatakan kebudayaan ke dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebudayaan daerah menghadapi tantangan, yaitu ketika kekuatan budaya lokal, kearifan lokal, nilai-nilai tradisional dianggap tidak lagi relevan, hingga mulai diabaikan oleh pelaku budayanya.

“Diperlukan sebuah terobosan yang baru dari pelaku budaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang ada agar tidak terbawa arus globalisasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tomohon melalui Dikbuda Kota Tomohon bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melaksanakan Seminar Nasional untuk membahas budaya lokal yang ada di Kota Tomohon sebagai upaya peningkatan kapasitas budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pemkot Tomohon memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Tomohon dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana D. Karwur, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Madjmuddin Ramly, para tokoh-tokoh pemerhati budaya dan akademisi di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com