Connect with us

Hukum dan Kriminal

Sindikat Penggelapan Mobil Diamankan Reskrimum Polda Sulut, 4 Anggota Polri

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Sebanyak 14 pelaku penggelapan mobil dan pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di wilayah Sulawesi Utara (Sulut), berhasil diamankan di tempat yang berbeda, oleh Tim Lapangan Ranmor Direktorat Reskrimum Polda Sulut yang dipimpin AKP Rivo Malonda, selang Juli hingga Oktober 2018.

Hal tersebut dibeber Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, didampingi Dir Reskrimum Kombes Pol Hari Sarwono dan Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo, dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Mapolda Sulut, Kamis (8/11/2018).

Adapun ke-14 tersangka masing-masing, RM alias Rendy (29), MM alias Marthen (32) keduanya warga Toruakat Dumoga, ML alias Melki (42) warga Tanjung Batu Manado, RG alias Retno (31) warga Desa Pusian Dumoga, HJ alias Hen (30) warga Kelurahan Bitung Amurang, RK alias Ricky (30) warga Desa Tumpaan, MP alias Rina (48) warga Singkil Manado, JM alias Jul (31), SM alias Ser (41) GM alias Gito (30) HM alias Hamdan (50) semuanya warga Kotamobagu.

HK alias Heldy (41) warga Moat Boltim, HI alias Hengky (43) warga Gorontalo, HM alias Hamdan (50), TA alias Taufiq.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menjelaskan kronologis penangkapan para pelaku.

Berawal saat dibekuknya lima tersangka, yaitu RM, ML, RG, HJ dan RK.
Mereka ditangkap petugas saat sedang melakukan transaksi di depan RM City Ekstra Malalayang Manado, pada 12 Juli 2018.

Saat itu, petugas menemukan dua buah mobil, setelah dicek ternyata STNK palsu. Modusnya merubah STNK dan TNKB.

Pada tanggal 13 Agustus 2018, Polisi menangkap perempuan MP alias Rina di Kota Cirebon. Tim kemudian melakukan pengembangan dan kembali berhasil menangkap tersangka lainnya, yakni JM yang ditangkap di Kotamobagu pada 20 September 2018.

Tim juga melakukan pengembangan terhadap pembuatan STNK palsu dan menangkap beberapa tersangka pada 20 Agustus 2018, mereka adalah SM, GM dan HD. Ketiganya ditangkap di Kotamobagu.

Kemudian pada 13 September, petugas menangkap lelaki MM di Kotamobagu dan lelaki HI ditangkap di Gorontalo.

Selanjutnya pada tanggal 25 Oktober 2018, petugas melakukan penangkapan terhadap lelaki HD dan lelaki TA yang juga terlibat dalam pembuatan STNK dengan data kendaraan yang dipalsukan.

Sebanyak 18 unit mobil dan empat lembar STNK mobil palsu kini diamankan polisi.

Waskito menjelaskan, saat ini berkas ketujuh tersangka, yaitu MP, SM, RM, RG, ML, HJ dan RK bersama barang bukti sudah diserahkan atau tahap 2 ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut.

Sedangkan tersangka GM, HD, MM dan HI, berkas perkaranya sampai saat ini sudah tahap I di Kejaksaan Tinggi Sulut.
Sementara itu, tersangka JM, HN dan TA sementara dalam tahap pemberkasan.

Di antara para pelaku, terdapat empat anggota Polri yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Di sini ada empat anggota saya yang terlibat, ini akan saya tindak dengan tegas, harusnya melindungi melakukan penegakkan hukum, justru malah sebaliknya terlibat di dalam hal-hal seperti ini. Kalau memang unsurnya cukup, saya pecat. Ya ini pelajaran untuk semuanya,” ujar Waskito.

Waskito pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di Sulut, jika mau melakukan transaksi kendaraan, agar melakukan pengecekan keabsahan surat-surat ke Polri.

“Terlebih keabsahan surat-surat kendaraannya, apakah asli atau tidak, curian atau tidak,” pungkas Waskito.

Penulis : Gary Kaligis
Editor : Christo Senduk

Hukum dan Kriminal

Kejari tahan dua tersangka kasus dugaan korupsi PD Pasar Tomohon

Published

on

Tersangka HK saat hendak dibawa ke LPP Tomohon oleh Tim Penyidik Kejari Tomohon. (Foto: zonautara.com/Christo Senduk)

TOMOHON, ZONAUTARA.comKejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon kembali ‘unjuk gigi’. Korps Adhyaksa yang dikepalai Edy Winarko ini melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang terjadi di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tomohon.

Kedua tersangka tersebut, yakni perempuan HSCK alias Hof, yang merupakan mantan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Tomohon sejak Januari 2015 hingga Maret 2016.

Sementara, satu tersangka lainnya, yakni lelaki RN alias Rep selaku Direktur Umum (Dirum) PD Pasar yang menjabat sejak Januari 2015 sampai Januari 2016.

Kepala Kejari (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Wilke H Rabeta mengatakan, penahanan terhadap kedua tersangka dilakukan setelah tim penyidik Kejari Tomohon mendapatkan bukti permulaan yang cukup atas kasus dugaan korupsi yang terjadi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Namun begitu, kata dia, hanya satu tersangka yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Manado di Tomohon, yakni tersangka Hof.

Sementara, lanjut dia, satu tersangka lainnya, yakni lelaki Rep berstatus tahanan rumah.

Tersangka saat menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejari Tomohon. (Foto: Kejari Tomohon)

“Untuk saat ini tersangka RN belum dimungkinkan untuk ditahan di rumah tahanan. Hal itu merujuk dari pemeriksaan dokter yang menyatakan tersangka dalam keadaan sakit,” ujar Wilke yang didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Arthur Piri.

Menurut dia, penahanan terhadap Hof akan dilakukan selama 20 hari.

Dia menjelaskan, kedua tersangka dijerat karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi terhadap anggaran di PD Pasar Kota Tomohon.

Di mana, kedua tersangka diduga melakukan peminjaman dana di kas PD Pasar yang jumlahnya bervariasi dan bukan untuk kebutuhan PD Pasar, hingga akhirnya menyebabkan kerugian keuangan negara.

“Tersangka HK diduga melakukan peminjaman sebesar Rp218.951.500 dan tersangka RN sebesar Rp 199.833.000 juta,” jelasnya.

Para tersangka pun dijerat dengan Pasal Primair Pasal 2 ayat (1) dan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com