Connect with us

ZONA DATA

Ada 1 juta pelajar internasional di perguruan tinggi di Amerika

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTAR.com – Selama tiga tahun berturut-turut adalah ada lebih dari satu juta pelajar internasional yang belajar di berbagai institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat (AS).

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS yang bekerjasama dengan Institute of International Education, merilis Open Doors, sebuah laporan berisi data dan tren dalam pergerakan akademik internasional.

Pada tahun akademik 2017/2018, ada peningkatan 1,5 persen jumlah pelajar internasional di perguruan tinggi di AS dibanding tahun akademik sebelumnya.

Jumlah pelajar Amerika yang belajar di luar negeri juga bertambah sebesar 2,3 persen dari sebelumnya, menjadi 332.727 orang.

Siaran pers Kedutaan AS di Indonesia memberitahukan bahwa pada tanggal 12 hingga 16 November 2018, Deplu AS dan Departemen Pendidikan AS merayakan Pekan Pendidikan Internasional (International Education Week / IEW)

Acara itu bertujuan mendorong warga Amerika untuk mencari peluang belajar di luar negeri dan menyambut pelajar internasional yang belajar di Amerika Serikat.

Pendidikan internasional membuat Amerika Serikat lebih kuat, mampu menjalin hubungan erat dengan rekan-rekan dari negara lain, mendatangkan manfaat bagi komunitas setempat, dan membangkitkan pengetahuan untuk memecahkan masalah bersama.

Melalui IEW, acara-acara di sekolah dan universitas di seluruh Amerika Serikat dan dunia akan menyoroti keutamaan pendidikan internasional dalam mendorong pertumbuhan keamanan dan ekonomi, serta menggarisbawahi alasan kenapa harus ada lebih banyak lagi murid yang memiliki akses ke pendidikan internasional.

Pelajar internasional memberikan dampak positif bagi komunitas Amerika, memperkaya ruang-ruang kelas di AS dengan cara pandang baru, berkontribusi sebesar lebih dari 42 miliar dolar AS terhadap perekonomian AS, dan mendukung lebih dari 450.000 pekerjaan di AS pada tahun lalu.

Deplu AS senantiasa memperluas partisipasi program pertukaran yang disponsori AS, termasuk Fulbright Program, Critical Language Scholarship Program, dan Gilman Program.

Jaringan global pusat konsultasi Education USA membantu calon pelajar dari seluruh dunia menemukan college atau universitas AS yang paling sesuai dengan minat mereka.

Selain itu, Deplu AS akan mengadakan serangkaian acara “Paspor Menuju Dunia” (“Passport to the World”) selama bulan November untuk mendorong warga negara AS membuat paspor.

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Visualisasi Data

Harga emas naik ke Rp714 ribu per gram

Sebelumnya selama dua hari berturut-turut, harga emas turun.

Published

on

Ilustrasi (Pexel.com)

ZONAUTARA.com – Setelah sempat turun pada harga Rp694 ribu per gram di Selasa (2/7/2019), harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini naik ke angka Rp714 ribu per gram.

Sebelumnya dalam dua hari berturut-turut harga logam mulia Antam ini sempat turun Rp11 ribu, namun berbalik naik Rp20 ribu.

Diakses pada situs logammulia.com, harga untuk 0,5 gram dijual dengan harga Rp381,5 ribu. Sementara untuk ukuran dua gram dijual seharga Rp1,37 juta dan untuk 10 gram seharga Rp6,71 juta.

Antam juga menjual emas dengan ukuran 25 gram dijual dengan harga Rp16,68 juta, ukuran 50 gram dijual dengan harga Rp33,28 juta, dan ukuran 100 gram dijual dengan harga Rp66,5 juta.

Lalu, emas dengan ukuran 250 gram dijual dengan harga Rp166 juta, ukuran 500 gram dijual dengan harga Rp331,8 juta, dan ukuran 1.000 gram dijual dengan harga Rp663,6 juta.

Secara global harga emas juga berbalik arah menguat pada Selasa (2/7) setelah turun tajam pada sesi sebelumnya. Pemicunya, investor khawatir terjadi perlambatan ekonomi akibat pelemahan pertumbuhan manufaktur global dan isu perang dagang AS-Eropa.

Harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi US$1.392,91 per ons setelah jatuh 1,8 persen di sesi sebelumnya yang merupakan penurunan terbesar sejak November 2016. Sementara itu, emas berjangka AS naik 0,4 persen menjadi US$1.395 per ons.

Editor: Ronny A. Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com