Connect with us

ZONAPEDIA

Tiru WhatsApp, pesan di Facebook Messenger sudah bisa ditarik kembali

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Facebook kembali meniru fitur yang ada di aplikasi lain. Kali ini Facebook menambahkan fitur menarik kembali pesan yang terkirim di aplikasi Messengernya.

Dikutip dari DailySocial.id, Facebook sudah mengonfirmasi secara resmi persiapan peluncuran fitur yang memungkinkan pengguna untuk menarik kembali pesan yang sudah dikirimkan itu.

Laporan Techcrunch telah menemukan fitur tersebut sudah bisa digunakan di beberapa negara seperti di Bolivia, Kolombia, Lithuania dan Polandia.

Messenger yang sudah bisa menarik pesan itu, akan dilengkapi dengan label Remove for Everyone. Saat opsi ini digunakan maka pesan yang sudah dikirim bisa dihapus secara permanen dari percakapan penerima dan pengirim.

Facebook mematok limit waktu selama 10 menit agar sebuah pesan bisa dihapus kembali. Lewat dari tenggat waktu itu, pengirim sudah tidak bisa menghapus pesannya.

Dalam laporan Techcrunch, Facebook tengah memikirkan bagaimana fitur tersebut tidak disalahgunakan oleh pengguna, misalnya menghapus ujaran kebencian dan bully.

Sebab pelaku bisa memanfaatkan fitur tersebut untuk menghilangkan jejak dan menghindari tuntutan hukum.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

ZONAPEDIA

Apa itu Asesmen Kompetensi Minimun dan Survei Karakter yang jadi pengganti Ujian Nasional?

Kita kembalikan ke asalnya adalah untuk penilaian sekolah penilaian sistem pendidikan.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Mulai tahun 2021 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim akan mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter (SK).

Hal tersebut diumumkan Nadiem saat Rapat Koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Efendi serta Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, AKM itu terdiri dari ujian kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi) dan kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi) yang digelar pada jenjang tengah yakni kelas 4,8, dan 11.

“Jadi kita kembalikan ke asalnya adalah untuk penilaian sekolah penilaian sistem pendidikan. Itu makanya dilakukan di tengah jenjang dan alasan keduanya adalah agar itu memberikan waktu utk sekolah itu dan guru-gurunya itu melakukan perbaikan,” jelas Nadiem.

Sedangkan survei karakter, imbuhnya, ditujukan untuk mengukur dan mengetahui karakter pribadi dan wawasan kebangsaan dari siswa.

“Pertanyaan yang personal saja mengenai apa opininya, mengenai topik-topik gotong-royong. Bhineka Tunggal Ika, tapi bukan gotong royong, bhineka tunggal ika yang ditanya tapi esensinya, behaviournya. Pengertian asas pancasila, jadi tidak ditanya tentang sila,” ujarnya.

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com