Connect with us

Bencana dan Musibah

Jalur Tomohon-Manado rawan longsor dan pohon tumbang, warga diminta waspada

Published

on

zonautara.com

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang kembali terjadi di jalan Tomohon-Manado, tepatnya di Kelurahan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara, sekitar pukul 16.00 Wita, Minggu (2/12/2018).

Di mana, longsoran tanah yang mengakibatkan tumbangnya sebuah pohon enau sempat melumpuhkan akses vital yang menghubungkan Kota Tomohon dan Manado itu.

Tanah longsor dan pohon tumbang itu terjadi saat Kota Tomohon dilanda cuaca ekstrem, yakni hujan deras sejak siang hingga sore hari.

Akibat tanah longsor dan pohon tumbang yang menutupi seluruh badan jalan tersebut, kemacetan panjang sempat terjadi baik dari arah Tomohon maupun dari Manado.

Personel Kepolisian Resor (Polres) Tomohon bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tomohon, unsur TNI bersama masyarakat langsung melakukan evakuasi terhadap pohon tumbang tersebut.

Sebanya satu alat berat bersama alat potong milik BPBD Tomohon dikerahkan dalam evakuasi dan pembersihan pohon tersebut.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin Sirait melalui Kapolsek Tomohon Utara Iptu Yulianus Samberi mengatakan, bahwa sekira setengah jam, ruas jalan tersebut tidak dapat dilalui.

“Namun, pada jam 16.30 Wita, jalan sudah dapat dilalui,” ujarnya.

Dia pun mengimbau, masyarakat agar tetap berhati-hati saat melalui jalur-jalur yang rawan terjadi tanah longsor dan pohon tumbang salah satunya jalur Tomohon-Manado.

“Tetap waspada, apalagi di saat cuaca ekstrem yang melanda seperti saat ini,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Sempat mati mesin, kapal penangkap ikan diselamatkan Basarnas Manado

Published

on

Foto: Basarnas Manado

MANADO, ZONAUTARA.comBoat rescue KN Bimasena dari Kantor Basarnas Manado melakukan operasi pencarian terhadap kapal penangkap ikan KM Norsledi Bahari.

Kapal berawak 25 orang itu sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin, Selasa (7/5/2019) tengah malam. Informasi kehilangan itu masuk ke Kantor Basarnas Manado pada Rabu (8/5) pukul 02.20 WITA.

KN Bimasena kemudian bertolak dari Dermaga Munte, Likupang, Minahasa Utara melakukan pencarian di lokasi perairan laut Sulawesi Utara pada koordinat seperti yang dilaporkan.

Posisi terakhir kapal ikan yang mengalami musibah tersebut berada pada 13 nautical mile (NM) arah timur laut dari Tanjung Batu Kapal, pulau Lembeh, Bitung. Kapal kala itu dalam perjalanan dari pulau Biaro, Sitaro menuju Bitung.

Setelah melakukan upaya pencarian, rescuer Basarnas Manado kemudian menemukan kapal penangkap ikan dengan panjang 30 meter itu pada posisi 39 derajat dari Pelabuhan Bitung pada jarak 25 NM.

Sewaktu ditemukan, KM Norsledi Bahari bersama KN Sinar Bahari II. Kapal yang mengalami mati mesin itu kemudian ditarik menuju Bitung.

“Kapal sudah berhasil diselamatkan, dan semua anak buah kapal dalam keadaan selamat,” ujar Kepala Kantor Basarnas Manado, Gede Darmada, Rabu (8/5).

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com