Connect with us

ZONA TERKINI

Ibadah pra Natal Kolom 26, Jemaat diajak tidak kembali kepada Herodes

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Pesan-pesan Natal sarat makna mewarnai ibadah pra Natal kolom 26 jemaat GMIM Pinaesaan Griya Paniki Indah (GPI) yang dilaksanakan, Senin (10/11/2018) malam.

Salah satunya adalah peringatan kepada tiga orang Majus lewat mimpi agar jangan pernah kembali kepada Herodes. Seperti yang dituliskan dalam kitab Matius 2:11-12, yang disampaikan oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Pinaesaan GPI, Pdt Recky Puirih STh.

“Herodes adalah jalan yang lama penuh kegelapan, penuh perangkap dosa. Karena itu jangan pernah kembali. Tuhan menyediakan jalan yang baru yang dipenuhi terang Ilahi, yang intinya menuju keselamatan kekal,” ujar Pdt Puirih.

Dalam ibadah pra Natal tersebut, pemuda dan remaja kolom 26 juga mementaskan drama musikal tentang terang Kristus mengalahkan kegelapan yang penuh kesesatan. Serta pujian dan tarian oleh anak sekolah minggu.

Penatua Rafdi Sumolang dan Syamas Glady Rorimpandey dan Ketua Panitia Theofilus Tumiwa menyampaikan banyak terima kasih atas peran serta jemaat sehingga ibadah pra Natal kolom 26 berjalan baik dan sukses.

“Terima kasih atas semua topangan doa dan bantuan jemaat, simpatisan dan seluruh pihak yang membantu ibadah pra Natal Yesus Kristus ini terlaksana dengan baik,” ujar ketiganya.

Turut hadir sejumlah pelayanan khusus GMIM Pinaesaan, serta simpatisan kolom 26. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PENDIDIKAN

Siswa MIS kunjungi kantor Basarnas Manado

Published

on

MINUT, ZONAUTARA.com Sebanyak 185 siswa yang didampingi 11 guru Sekolah Manado Independen School (MIS) berkunjung ke kantor Basarnas Manado di Minahasa Utara (Minut), Kamis (15/5/2019).

Kepala Sekolah MIS Sharon Lintuuran mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan dalam suatu bencana atau musibah, sehingga diperlukan pelatihan, pendidikan dan pengenalan alat SAR.

“Kami ingin memperkenalkan kepada murid-murid bahayanya bencana, musibah dan memperkenalkan peralatan peralatan SAR yang sering digunakan dalam saat tugas atau Operasi SAR,” ungkapnya.

Menurut dia, agenda kunjungan tersebut sudah berjalan empat tahun terakhir setiap tahun. Bahkan, kata dia, dalam satu tahun, kunjungan tersebut biasanya dilakukan hingga dua kali.

Dia menjelaskan, banyak dari antara siswa di sekolah mereka yang tinggal di daerah rawan bencana, baik bencana banjir dan tanah longsor.

“Sehingga, dengan berkunjung di kantor Basarnas Manado, anak didik kami bisa memahami bahyanya bancana dan bisa mengaplikasikannya apabila ada bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Manado Gede Darmada mengatakan, pihaknya akan selalu membuka pintu selebar-lebarnya kepada masyarakat, instansi pemerintah, sekolah dan kampus untuk datang menambah pengetahuan tentang SAR dan mengenal lebih dekat tentang Basarnas.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan ilmu pengetahuan akan kesiapsiagaan dan penanggulangan dalam keadaan darurat yang sebaiknya ditanamkan sejak usia dini,” ujarnya.

Dia berharap, siswa-siswi yang telah mendapatkan ilmu SAR dapat menjadi penyalur informasi keselamatan bagi masyarakat di lingkungannya.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement

Trending