Kampung Lere hadapi banjir rob dan ancaman buaya

zonautara.com

PALU – Bencana gempa dan tsunami memang telah berlalu. Tapi bagi warga Kelurahan Lere, Palu Barat, musibah susulan masih terus membayangi setiap harinya.

Maco, warga setempat, bercerita, sejumlah rumah milik warga selalu terendam banjir rob setiap sore hari. Banjir rob itu disebabkan karena air laut pasang dari Teluk Palu.

Sebelum tsunami, Kampung Lere bisa terhindar dari banjir rob karena pemerintah membangun tanggul di Teluk Palu untuk menahan air laut. Tapi tanggul-tanggul itu rusak karena dihantam tsunami 28 September lalu.

Praktis, kini tidak ada yang menahan gelombang air laut. Saat pasang, air laut akan langsung memasuki kampung warga.

“Ini kan masuk bulan baru, air pasang naik tidak ada yang menahan karena tanggul hancur semua,” ujar Maco, salah satu warga Kelurahan Lere.

Kondisi itu tentu saja membuat warga sekitar terganggu. Aktivitas warga menjadi terhambat. Bahkan sejumlah anak semakin trauma melihat air laut. Sebab bencana tsunami yang belum lama terjadi masih membayangi ingatan anak-anak itu.

Riski, warga kelurahan Lere lainnya, mengkhawatirkan dampak susulan karena banjir rob itu. Ia lebih khawatir dengan munculnya buaya muara masuk ke pemukiman warga.

Buaya yang dimaksud adalah buaya air tawar yang mendiami Sungai Palu. Ada puluhan ekor buaya di sungai itu yang seringkali naik dari perairan menuju ke daratan.

“Masuknya buaya itu lebih mengancam. Karena biasa juga buaya naik kesini karena air pasang dari laut,” ucap Riski.

Kini warga hanya bisa berharap agar pemerintah bisa secepatnya membangun tanggul di pesisir pantai Teluk Palu. Tujuannya agar dapat memecah terjangan ombak dan menahan luapan air laut.

“Kami disini berharap pemerintah bisa membuat tanggul lagi di sepanjang pinggir pantai,” harap Maco.[]

Reporter: Zulrafli Aditya
Editor: Ika Ningtyas

Kabar Dari Palu



Konten dalam artikel ini direpublish dari Halaman Facebook Kabar Sulteng Bangkit

Kabar Sulteng Bagnkit adalah media tempat berbagi kabar tentang Palu dan sekitarnya pascabencana alam pada 28 September 2018. Halaman ini dikelola oleh AJI Indonesia dan Internews dengan melibatkan para jurnalis anggota AJI Palu.
Ingin menghubungi redaksi atau memberikan informasi terkait penanganan pascabencana silahkan kontak WA: 0813-4466-5586 atau Email: bangkitlahsulteng@gmail.com.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.