Connect with us

KABAR DARI PALU

Perempuan hamil di pengungsian butuh perhatian khusus

Published

on

zonautara.com

PALU – Menjalani masa kehamilan di tenda pengungsian bukan hal mudah bagi Indah. Apalagi usia kehamilannya telah memasuki bulan kedelapan, satu bulan menjelang kelahiran sang buah hati.

Perempuan berusia 30 tahun itu adalah korban likuefaksi di Perumnas Balaroa. Ia kini sedang menghuni tenda pengungsian di kawasan itu. Yang membuatnya kalut, ia harus berjuang sendiri di usia kandungannya yang sudah tua. Sebab setelah kehilangan pekerjaan, suaminya memilih bekerja ke luar kota sebagai buruh bangunan.

Indah terpaksa hidup sendiri di tenda pengungsian dengan kondisi pas-pasan. Ia menyadari, asupan gizi untuk jabang bayinya jauh dari kurang. Sebab ia lebih banyak mengkonsumsi karbohidrat seperti nasi dan mie instan.

“Jarang-jarang bisa minum susu untuk ibu hamil,” katanya Rabu (12/12/2018).

Hal yang paling mengganggu pikirannya adalah saat bayinya kelak lahir. Sebab ia belum sanggup untuk membeli kebutuhan bayi seperti pakaian. Ia juga takut bila nantinya harus membayar biaya persalinan, entah di bidan atau rumah sakit.

“Penghasilan suami saya sebagai buruh bangunan, mana cukup kalau harus membayar rumah sakit atau kebutuhan lain setelah melahirkan,” kata dia.

Indah tidak sendirian. Sebab Perkumpulan Lingkar Belajar Untuk Perempuan (Libu Perempuan) Sulawesi Tengah, mencatat, ada 53 perempuan hamil di tiga lokasi pengungsian. Yakni di Balaroa sebanyak 13 orang, Petobo 31 orang dan Sibalaya Selatan 9 orang.

“Jumlah ini masih bisa bertambah karena banyak pengungsi yang terus masuk ke Petobo,” kata Direktur Libu Perempuan, Dewi Rana Amir, Kamis (13/12).

Menurut Dewi, perempuan hamil membutuhkan perhatian khusus seperti ketersediaan air bersih dan makanan bergizi. Sebab itu menyangkut kesehatan dan pertumbuhan calon bayi yang dikandung.

Realitasnya, kondisi pengungsian belum ramah terhadap perempuan hamil. Seperti terbatasnya air bersih untuk minum dan kebutuhan jamban. Libu Perempuan, kata Dewi, menerima banyak keluhan bahwa perempuan memilih tidak mengkonsumsi air minum yang dipasok pemerintah karena berbau kaporit.

Selain itu, kebutuhan air di jamban juga terbatas. Padahal perempuan hamil akan buang air kecil lebih sering. Bahkan, ada pengungsian yang hanya memiliki satu jamban.

“Dampaknya ada perempuan hamil yang terpaksa buang air kecil di dekat tendanya. Kalau cuma sehari dua hari mungkin tidak masalah. Tapi kalau terus-menerus begini, itu kan menjadi tidak sehat,” kata Dewi.

Sementara Bidan di Posko Induk Kesehatan Pengungsi Balaroa, Kadek, mengatakan, pemerintah memberikan pelayanan gratis bagi perempuan korban bencana yang akan melahirkan. Ini untuk menepis kekhawatiran Indah terkait biaya persalinan yang akan dikeluarkannya nanti.

”Saya pastikan biaya persalinan bagi korban bencana alam ini digratiskan,” kata Kadek.

Menurut dia, poskonya tetap memantau perempuan hamil di pengungsian Balaroa. Tim medis posko kesehatan, selalu memeriksa secara rutin, mulai dari cek darah, detak jantung, pemberian vitamin. Layanan seperti ini dibuka selama 24 jam.

Sedangkan tindakan medis hanya bisa dilakukan di rumah sakit agar didukung dengan alat yang lengkap.

Reporter: Faiz Syafar
Editor: Ika Ningtyas

Kabar Dari Palu



Konten dalam artikel ini direpublish dari Halaman Facebook Kabar Sulteng Bangkit

Kabar Sulteng Bagnkit adalah media tempat berbagi kabar tentang Palu dan sekitarnya pascabencana alam pada 28 September 2018. Halaman ini dikelola oleh AJI Indonesia dan Internews dengan melibatkan para jurnalis anggota AJI Palu.
Ingin menghubungi redaksi atau memberikan informasi terkait penanganan pascabencana silahkan kontak WA: 0813-4466-5586 atau Email: bangkitlahsulteng@gmail.com.


Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

KABAR DARI PALU

Jalan panjang, mendapatkan santunan duka

Published

on

PALU – Santunan duka untuk korban bencana secepatnya akan dicairkan. Namun sebelum mengarah kesana, pemerintah ingin memastikan, calon penerima adalah ahli waris yang sebenarnya. Karena itu, pemerintah kota akan melakukan verifikasi kembali untuk mendapatkan data ahli waris yang akurat.

Banyak tahapan yang harus dipenuhi calon penerima sebelum dana santunan duka itu diserahkan. Kepala Bappeda Kota Palu, Arfan dalam rapat percepatan penyaluran, Rabu 6 Februari 2019 di Kantor Wali Kota Palu, menjelaskan, selain syarat administrasi calon penerima, pemerintah harus terlebih dahulu menyusun struktur kelembagaannya.

Antara lain:
Pembentukan tim verifikasi dan validasi sebanyak 45 orang. Tim terdiri dari dinas sosial, dinas catatan sipil, Tagana, tenaga pelopor Babinsa (TNI) serta Bhabinkamtibmas (Polri).


Kemudian penyiapan formulir pendataan verifikasi dan validasi korban bencana. Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan lurah setempat untuk memastikan korban meninggal dan yang hilang.

Arfan menyebutkn, untuk memastikan korban telah meninggal dunia harus mengantongi bukti berupa surat pernyataan dari keluarga atau pemerintah setempat.

Setelah itu, harus dipastikan pula bahwa korban telah dimakamkan dalam pemakaman massal melalui koordinasi kepolisian setempat. Berikutnya, menetapkan SK Tim verifikasi dan validasi korban.

Kemudian pemerinyah (masih dibahas apakah, Pemprov, Pemkot atau Pemkab) akan membuat surat kepada Kepala BNPB untuk pelibatan Danrem dan Kapolda dalam proses verifikasi dan validasi.

Setelah itu baru melaksanakan verifikasi. Jangka waktunya selama lima hari.

Usai verifikasi, lalu membuat berita acara serah terima hasil verifikasi dan validasi korban, antara dinas sosial tingkat provinsi dan Kabupaten/kota dan Kemensos sebagai dasar penetapan SK bupati/wali kota.

Selesai di tingkat ini, berikutnya adalah mengusulkan dana santunan ahli waris kepada Kepala BNPB dan Menteri Keuangan.

Arfan menjelaskan, Surat keterangan (SK) ahli waris menjadi salah satu syarat penting bagi keluarga korban meninggal dunia akibat bencana untuk memperoleh dana santunan duka dari pemerintah.

Untuk mendapat SK ahli waris, keluarga korban bisa segera melakukan konfirmasi ke kantor kelurahan sesuai alamat masing-masing. Kesempatan ini akan kembali dibuka sebagai upaya validasi dan verifikasi kebenaran data keluarga korban yang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana.

Menurut Arfan, data korban jiwa, meninggal dan hilang yang telah ditetapkan sebelumnya, akan dikembalikan kepada pemerintah kelurahan masing-masing untuk kepentingan verifikasi ulang. ”Kalau perlu ditempel di kantor masing masing-masing. Lalu verifikasi lagi siapa yang meninggal dan siapa yang hilang,” jelas Arfan.

Bila perlu katanya, pejabat lurah bisa mengundang kembali warga yang telah melaporkan keluarganya yang meninggal. Ini dimaksudkan, untuk memastikan kelengkapan persyaratan dalam memperoleh dana santunan tersebut.

“Pastikan ada keterangan kematian. Keterangan ahli waris dan status hubungan darah dengan korban yang dilaporkan meninggal,” sebutnya.

Jika warga belum memiliki keterangan ahli waris. Maka warga bersangkutan bisa memohon kepada pemerintah kelurahan. Proses penerbitan keterangan ahli waris akan dikeluarkan oleh lurah dan disaksikan camat.

Syarat Ahli Waris antara lain:

-Surat keterangan ahli waris 
-kartu tanda penduduk 
-kartu keluarga 
-surat keterangan kematian 
-KTP dan KK korban yang meninggal
-Surat keterangan dari pemerintah setempat tentang korban 
-Nomor rekening Bank Mandiri

Di forum ini juga masih dibahas apakah, rekening bank mandiri dibuat secara kolekktif atau diserahkan pada masing-masing ahli waris.


Bagi ahli waris yang anggota keluarganya hilang dan belum ditemukan tetap akan mendapat santunan duka sesuai ketentuan.

Berkaitan dengan proses verifikasi dan validasi, Pemkot menekankan pejabat lurah harus benar benar cermat dalam mengeluarkan keterangan ahli waris tersebut.

“Jangan sampai nanti ini menimbulkan masalah,” pungkasnya.

Penulis: Hamdi
Foto: Dok SAR
Editor: Yardin Hasan

Kabar Dari Palu



Konten dalam artikel ini direpublish dari Halaman Facebook Kabar Sulteng Bangkit

Kabar Sulteng Bagnkit adalah media tempat berbagi kabar tentang Palu dan sekitarnya pascabencana alam pada 28 September 2018. Halaman ini dikelola oleh AJI Indonesia dan Internews dengan melibatkan para jurnalis anggota AJI Palu.
Ingin menghubungi redaksi atau memberikan informasi terkait penanganan pascabencana silahkan kontak WA: 0813-4466-5586 atau Email: bangkitlahsulteng@gmail.com.


Continue Reading
Advertisement

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com