Connect with us

Bencana dan Musibah

Debu Soputan kini menyebar ke segala arah

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Abu vulkanik erupsi gunung api Soputan kini menyebar ke segala arah.

Gunung di Minahasa Tenggara ini meletus sejak pukul 03.00 WITA pada Minggu (26/12/2018).

Awalnya arah abu vulkanik mengarah ke tenggara selatan barat daya, namun pada siang hari abu telah menyebar ke segala arah.

Dari amatan zonautara.com di Pos Pengamatan Gunung Api Soputan di desa Silian 3, Kecamatan Silian, Minahasa Tenggara, kolom abu masih teramati cukup tinggi.

Pertama kali kolom abu teramati kurang lebih 3000 meter diatas puncak atau 4809 meter diatas permukaan laut (MDPL). erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi selama 5 menit 51 detik .

Kemudian pada pukul 04.04 WITA terjadi erupsi susulan dengan tinggi abu yang teramati 6809 MDPL, dengan durasi selama 4 menit 57 detik, dilanjutkan pada pukul 05.40 WITA terjadi kembali erupsi dengan tinggi abu 8809 MDPL yang terekam oleh seismograf dengan durasi 6 menit 10 detik.

Dan yang terakhir pada pukul 08.57 WITA terjadi erupsi yang paling besar dengan tinggi kolom yang teramati 9309 MDPL dengan amlpitudo yang terekam maksimum 40 mm dan durasi 30 menit.

“Kami menghimbau warga untuk tidak dulu beraktifitas dalam radius yang dilarang,” ujar petugas Pos Pengamatan Sandy Manengkey.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Sempat mati mesin, kapal penangkap ikan diselamatkan Basarnas Manado

Published

on

Foto: Basarnas Manado

MANADO, ZONAUTARA.comBoat rescue KN Bimasena dari Kantor Basarnas Manado melakukan operasi pencarian terhadap kapal penangkap ikan KM Norsledi Bahari.

Kapal berawak 25 orang itu sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin, Selasa (7/5/2019) tengah malam. Informasi kehilangan itu masuk ke Kantor Basarnas Manado pada Rabu (8/5) pukul 02.20 WITA.

KN Bimasena kemudian bertolak dari Dermaga Munte, Likupang, Minahasa Utara melakukan pencarian di lokasi perairan laut Sulawesi Utara pada koordinat seperti yang dilaporkan.

Posisi terakhir kapal ikan yang mengalami musibah tersebut berada pada 13 nautical mile (NM) arah timur laut dari Tanjung Batu Kapal, pulau Lembeh, Bitung. Kapal kala itu dalam perjalanan dari pulau Biaro, Sitaro menuju Bitung.

Setelah melakukan upaya pencarian, rescuer Basarnas Manado kemudian menemukan kapal penangkap ikan dengan panjang 30 meter itu pada posisi 39 derajat dari Pelabuhan Bitung pada jarak 25 NM.

Sewaktu ditemukan, KM Norsledi Bahari bersama KN Sinar Bahari II. Kapal yang mengalami mati mesin itu kemudian ditarik menuju Bitung.

“Kapal sudah berhasil diselamatkan, dan semua anak buah kapal dalam keadaan selamat,” ujar Kepala Kantor Basarnas Manado, Gede Darmada, Rabu (8/5).

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com