Connect with us

HEADLINE

Seruan Hari Natal tanpa daging satwa liar

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Beberapa organisasi lingkungan dan konservasi menggalang solidaritas mengkampanyekan penghentian perdagangan daging satwa liar yang dilindungi.

Kampanye solidaritas itu kembali akan dilakukan di Pasar Tomohon pada Sabtu (22/12/2018) besok.

Beberapa pedagang di Pasar Tomohon masih sering dijumpai menjual daging satwa liar yang dilindungi seperti daging Yaki (Monyet hitam Sulawesi) dan Kus kus.

Pasar tradisional ini sering dipublikasikan sebagai destinasi yang dikunjungi wisatawan karena banyak pedagang menjual berbagai daging hewan yang tak lazim, seperti kucing, tikus, ular, biawak, anjing, dan kelelawar.

Organisasi-organisasi yang akan berkampanye besok itu adalah Yayasan Selamatkan Yaki, Pusat Penyelamatan Tasikoki, Animal Friends Manado Indonesia (AFMI) dan KMPA Tunas Hijau Airmadidi.

Mereka akan melakukan kegiatan penyadartahuan tentang perdagangan illegal daging satwa liar, dan juga menyuarakan kepada orang-orang tentang Yaki dan spesies lain yang dilarang untuk dijual di pasar-pasar.

Yaki (Macaca nigra) berstatus sangat terancam punah dan sebagai satwa endemik hanya ada di Sulawesi Utara. Populasi satwa ini semakin menurun karena habitatnya yang terdegradasi dan juga karena perburuan untuk dikonsumsi.

Di Pasar Tomohon daging satwa liar yang dilindungi Undang-undang nomor 5 tahun 1990 ini masih bebas dijual. Padahal selain ilegal, mengonsumsi daging satwa liar juga beresiko terkenan zoonosis.

Zoonosis adalah penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia yang dapat berakibat fatal seperti rabies, cacar air, tubercolosis, demam kuning dan rubella.

Sulawesi Utara berada pada peringkat kedua untuk kasus rabies di Indonesia setelah Bali.

Rilis yang diterima Zonautara.com dari aksi solidaritas itu menjelaskan bahwa outreach di pasar-pasar yang menjual daging satwa liar di Sulawesi Utara akan terus berlanjut.

Ini merupakan bagian dari kampanye yang lebih besar dari organisasi-organisasi lingkungan untuk menghentikan perdagangan daging ilegal di Sulut, dan membuat Sulut bangga akan satwa liar yang luar biasa.

Ini juga merupakan seruan untuk merayakan Natal tanpa menyajikan daging satwa liar yang dilindungi dan terancam punah.

Indonesia telah berkomitmen untuk mengakhiri perdagangan satwa liar. Semestinya sebagai bagian dari daerah yang memiliki satwa endemik dan unik, masyarakat juga harus turut terlibat.

Rilis ini juga menganjurkan kepada masyarakat yang melihat aktivitas pedagangan satwa liar ilegal untuk mengambil foto dan mencatat informasi lalu melaporkannya ke petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam setempat.

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

EDITOR'S PICK

Lagi, Kejari Tomohon tahan tersangka kasus PD Pasar

Published

on

Tersangka saat akan dibawa ke Rutan Manado. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comSatu lagi tersangka kasus dugaan korupsi di Permukaan Daerah (PD) Pasar Kota Tomohon ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, Senin (15/7/2019).

Setelah dua lainnya, yakni HK alias Hof dan RN alias Rep yang keduanya merupakan mantan pejabat di PD Pasar, kini giliran mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, yakni TP yang ditahan korps Adhyaksa ini.

Tersangka TP yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Tomohon ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana PD Pasar Tomohon.

Kepala Kejari (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Wilke H Rabeta mengatakan, pihaknya melakukan penahanan terhadap tersangka TP setelah pihaknya mendapatkan bukti permulaan yang cukup atas kasus tersebut.

“Seperti dua tersangka sebelumnya yang sudah kami tahan, tersangka TP juga dalam proses tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti saat ini juga ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT-11/R.1.15/Ft.1/07/2019,” ujar Wilke didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Arthur Piri.

Menurut dia, tersangka TP ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Klas IIA (Rutan) Malendeng, Manado.

Dia menjelaskan, tersangka TP diduga telah melakukan peminjaman terhadap dana di kas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

“Tersangka pada tahun anggaran 2016, diduga melakukan peminjaman terhadap dana di kas PD Pasar Tomohon sebesar Rp175 juta, yang digunakan untuk kepentingan pribadi yang kemudian menimbulkan kerugian negara,” jelasnya.

Tersangka pun dijerat dengan Pasal Primair Pasal 2 ayat (1) dan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Pasal 2 ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun dan untuk Pasal 3 minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari ketiga tersangka yang terjerat kasus tersebut, hanya tersangka TP yang sudah mengembalikan kerugian negara.

“Tersangka TP sudah mengembalikan kerugian pada tahap penyidikan sebesar Rp175 juta. Namun, berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 4 yang menyatakan, bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapuskan perbuatan tindak pidana,” pungkasnya.

Editor : Rahadih Gedoan

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com